Pendapatan Operator Seluler Bisa Mencapai Rp 25 Triliun dari Jaringan 5G

Pendapatan tahunan operator seluler bisa mencapai angka 1,8 miliar dollar AS atau setara Rp 25,5 triliun.

Pendapatan Operator Seluler Bisa Mencapai Rp 25 Triliun dari Jaringan 5G
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

Studi Cisco juga menyebut bahwa implementasi jaringan 5G di kawasan ASEAN diprediksi akan mencapai 25 persen hingga 40 persen.

Sementara angka penggunaan jaringan 5G di Indonesia diperkirakan akan mencapai 27 persen pada tahun yang sama.

WARTA KOTA, PALMERAH---- Perusahaan penyedia infrastruktur jaringan asal Amerika Serikat, Cisco, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk memonetisasi jaringan 5G, jika kelak telah tersedia.

Bahkan berdasarkan hasil riset internal, Cisco mengklaim pendapatan tahunan operator seluler bisa mencapai angka 1,8 miliar dollar AS atau setara Rp 25,5 triliun.

Namun, operator seluler tersebut harus menemukan use case yang tepat.

Menurut Dharmes Malhotra, Managing Director ASEAN Service Provider Sales, hal tersebut dipicu oleh peluang penggunaan 5G yang besar di Tanah Air.

Terungkap, Ekonomi Digital Indonesia Terbesar di ASEAN: Berapa Nilainya?

Ia mengatakan, populasi Indonesia adalah yang terbesar di ASEAN sehingga peluang inilah yang bisa dimanfaatkan oleh opeartor untuk mendulang keuntungan.

Dharmes mengatakan, untuk mendapatkan keuntungan dari teknologi 5G di Indonesia, operator akan menghadapi sejumlah tantangan seperti ketersediaan spektrum untuk menggelar 5G, penetapan harga, hingga "use case" penggunaan 5G.

"Indonesia memiliki populasi yang besar, industri yang besar, sehingga operator harus menemukan 'use case' yang tepat," kata Dharmes, Senin (7/10/2019).

Studi Cisco juga menyebut bahwa implementasi jaringan 5G di kawasan ASEAN diprediksi akan mencapai 25 persen hingga 40 persen.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved