Selasa, 21 April 2026

Terungkap, Ekonomi Digital Indonesia Terbesar di ASEAN: Berapa Nilainya?

Dari data tren pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara itu, Indonesia masih menjadi negara dengan pertumbuhan paling tinggi di kawasan.

thinkstockphotos
Ilustrasi 

Jabodetabek masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan 555 dollar AS per kapita dibandingkan dengan daerah non metropolitan yang hanya 103 dollar AS per kapita.

Namun daerah non metropolitan diperkirakan akan tumbuh dua kali lebih pesat dalam enam tahun ke depan.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Google, Temasek dan Bain & Company merilis laporan e-Conomy SEA keempat pada tahun ini.

Dari data tren pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara itu, Indonesia masih menjadi negara dengan pertumbuhan paling tinggi di kawasan.

Ekonomi digital Indonesia pada tahun ini diproyeksikan mendekati 40 miliar dollar AS dan diprediksi akan mencapai 133 miliar dollar AS pada 2025.

Jumlah tersebut lebih tinggi 30 persen ketimbang prediksi tahun sebelumnya.

Ranitidine Memicu Kanker, BPOM Resmi Menarik Obat yang Mengandung Ranitidine

Randy Jusuf, Managing Director Google Indonesia, menyebut laporan ini memadukan Google Trends, riset Temasek dan analisis Bain & Company serta berbagai sumber dari industri dan wawancara ahli.

Transformasi ekonomi Indonesia yang luar biasa menjadi pendorong pertumbuhan yang dinamis di Asia Tenggara.

"Saat ini kita menyaksikan bagaimana start up-start up Indonesia menjadi pemain tingkat regional dan bagaimana pendekatan inovatif mereka memecahkan masalah lokal mampu merevolusi transportasi, jasa pengantaran makanan, wisata dna perjalanan, serta e-commerce di seluruh Asia Tenggara," kata Randy, Senin (7/10/2019)

Jabodetabek masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan 555 dollar AS per kapita dibandingkan dengan daerah non metropolitan yang hanya 103 dollar AS per kapita.

Namun daerah non metropolitan diperkirakan akan tumbuh dua kali lebih pesat dalam enam tahun ke depan.

Florian Hoppe, Partner & Leader of Asia Pacific Digital Practice Bain & Company menyebut terdapat kekurangan akses layanan keuangan di Asia Tenggara.

Hal ini merupakan peluang bagi Indonesia yang hanya 42 juta penduduknya yang memiliki rekening bank.

Pangsa Pasar Anjlok, Samsung Stop Produksi Ponsel di China

"Dengan 47 juta penduduk belum mendapatkan cukup layanan keuangan dan 92 juta penduduk sama sekali tidak memiliki akses, teknologi dan data dapat dimanfaatkan untuk mengubah cara orang Indonesia menangani pembayaran, transfer dana, pinjaman, investasi dan asuransi online," katanya.

Apalagi sebanyak 46 persen penelusuran tentang paket internet di Google Search berasal dari area non metro.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved