Fintech

Fintech P2P Lending Dapat Izin dari OJK untuk Kolaborasi dan Akuisisi Multifinance

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merestui kerjasama antara multifinance dan peer to peer (P2P) Lending.

Fintech P2P Lending Dapat Izin dari OJK untuk Kolaborasi dan Akuisisi Multifinance
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merestui kerjasama antara multifinance dan peer to peer (P2P) Lending.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, Bambang W Budiawan, mengatakan, sejak penerbitan POJK 35 Tahun 2018 tentang Penyelenggaran Usaha Perusahaan Pembiayaan, OJK telah membuka kesempatan kepada perusahaan pembiayaan untuk menjalin kerjasama dengan pihak lain.

Termasuk fintech untuk memperluas jaringan distribusi penyaluran pembiayaan.

"Perusahaan fintech dapat bertindak sebagai penyedia jasa dalam membangun sistem informasi yang dimiliki oleh perusahaan pembiayaan untuk menyalurkan kegiatan pembiayaan secara online," kata Bambang kepada Kontan, Senin (7/10/2019).

Selain itu, POJK 35 telah membuka kesempatan kepada perusahaan pembiayaan (multifinance) untuk melakukan kerjasama penyaluran pembiayaan baik melalui skema pembiayaan penerusan (channeling) atau pembiayaan bersama (joint financing).

Diperkirakan Pinjaman Fintech Lending Akan Semakin Melejit

Namun, kata Bambang, dalam melakukan kerjasama dengan perusahaan fintech, multifinance tetap harus melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang perusahaan pembiayaan.

Ia mengatakan, dalam perkembangannya, belakangan ini, terdapat beberapa fintech baik dari dalam maupun luar negeri yang ingin melakukan kegiatan usaha di bidang pembiayaan melalui akuisisi perusahaan pembiayaan yang telah ada.

"Pada umumnya, OJK mendukung akuisisi perusahaan pembiayaan oleh fintech khususnya untuk memenuhi persyaratan ekuitas minimum perusahaan pembiayaan sebesar Rp 100 miliar pada akhir tahun 2019," kata Bambang.

Maskapai Diminta Berhati-hati Melakukan Ekspansi Usaha, Berikut Penjelasannya

Bambang mengatakan, perusahaan fintech yang melakukan pengambilalihan perusahaan pembiayaan harus tetap memastikan perusahaan pembiayaan yang dimaksud.

Tetapi tetap memenuhi ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang Perusahaan Pembiayaan khususnya ketentuan POJK 35 Tahun 2018.

"Perusahaan fintech juga harus memastikan bahwa perusahaan pembiayaan yang dimilikinya tetap memenuhi batasan rasio-rasio keuangan yang perlu dijaga seperti tingkat kesehatan keuangan, batasan non performing financing dan batasan gearing ratio," kata Bambang.

Di Awal Pekan, Nilai Tukar Rupiah Masih Melemah: Bagaimana Kurs Rupiah Besok?

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul OJK izinkan P2P lending kolaborasi dan akuisisi multifinance

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved