Mengapa Saham Emiten BUMN Turun? Ini Penjelasan Analisis Saham
Dari 36 saham emiten badan usaha milik negara (BUMN) yang tercatat di BEI hanya 15 emiten yang menunjukkan kenaikan harga saham.
"Namun hal ini tergolong wajar karena pada tahun lalu konstruksi mendapat proyek cukup besar sehingga tahun ini terlihat penurunan," katanya.
Sementara itu, emiten-emiten perbankan secara fundamental ia nilai masih menarik.
Untuk ke depannya, Chris dan Hans menilai, emiten perbankan masih akan mendapat sentimen positif dari tren penurunan suku bunga.
Keduanya merekomendasikan investor untuk mengutamakan saham-saham berkapitalisasi besar (bluechip).
Selanjutnya, Chris juga merekomendasikan investor untuk buy saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) karena mendapat sentimen dari kenaikan harga emas.
Kemudian PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) seiring dengan proyek Palapa Ring yang diproyeksi selesai tahun ini yang dapat memperluas jangkauan TLKM.
Kemudian, ia juga merekomendasikan buy saham PTBA.
• Pangsa Pasar Anjlok, Samsung Stop Produksi Ponsel di China
Emiten batubara ini ia rekomendasikan karena harga sahamnya sudah turun cukup dalam.
"Bisnis tambang itu siklusnya cukup cepat. Biasanya setelah tertekan cukup dalam bisa naik cukup tinggi juga. Harga batubara dunia juga sudah berpotensi menguat sehingga PTBA menarik untuk diakumulasi beli," katanya.
Chris memiliki target harga hingga akhir tahun untuk ANTM Rp 1.200 per saham, TLKM Rp 4.500, dan PTBA Rp 2.800.
• Ingin Membangun Rumah, Ini 5 Ciri Kontraktor Nakal
Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Saham-saham emiten BUMN dominan turun, begini pendapat analis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/investasi-saham_9uh7.jpg)