Komentar Aptrindo soal Pencabutan Pengendalian Solar Bersubsidi

Pencabutan pendalian solar bersubsidi itu sejalan dengan tuntutan yang disampaikan oleh Aptrindo kepada Kementerian ESDM dan BPH Migas.

Komentar Aptrindo soal Pencabutan Pengendalian Solar Bersubsidi
Warta Kota/angga bhagya nugraha
ILUSTRASI 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah mencabut Surat Edaran Nomor 3865.E/Ka BPH/2019 tentang Pengendalian Kuota Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) Tahun 2019.

Keputusan tersebut mencabut Surat Edaran untuk mengendalikan kuota JBT jenis minyak solar bersubsidi yang diberlakukan oleh BPH Migas per 1 Agustus 2019.

Keputusan tersebut disambut baik oleh Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).

Menurut Wakil Ketua Aptrindo, Kyatmaja Lookman, pencabutan pendalian solar bersubsidi itu sejalan dengan tuntutan yang disampaikan oleh Aptrindo kepada Kementerian ESDM dan BPH Migas.

"Kami menyambut baik, itu seperti tuntutan kami. Karena sangat menyulitkan kelangkaan solar dan pembatasan konsumsi," kata Kyatmaja seperti dikutip Kontan kemarin.

Kyatmaja mengatakan, pengusaha truk dirugikan jika pembatasan kuota solar subsidi terus diberlakukan.

Sebab, ketersediaan solar di beberapa daerah menjadi terbatas dan terjadi antrean yang merugikan bagi sektor usaha pengangkutan.

Setelah pembatasan itu dicabut, kata Kyatmaja, antrean sudah berkurang.

"Sudah mendingan sekarang tidak antre, dan kami diperbolehkan untuk mengisi kembali solar bersubsidi. Walaupun di sebagian daerah masih ada kendala masalah komunikasi yang sepertinya belum sampai," kata Kyatmaja.

6 Game Lawas yang Sempat Populer, Mungkin Anda Pernah Memainkannya

Kyatmaja mengatakan, angkutan berbasis truk menjadi salah satu konsumen solar bersubsidi terbesar.

Halaman
1234
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved