Industri Karoseri Terbantu dari Permintaan Pemerintah
Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) menyatakan permintaan karoseri tahun ini menurun hingga kurang lebih 10 persen.
Salah satunya momentum pemilihan umum pada pertengahan 2019.
"Penjualan tertahan faktor pemilu di semester pertama," kata Direktur Penjualan dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia, Santiko Wibowo, seperti dikutip Kontan.
Bahkan, proyek infrastruktur tak mampu mengimbangi efek pemilu.
Khusus bus, Santiko mengatakan, volume penjualan Hino Motors berpotensi menurun 9,8 persen menjadi sekitar 1.250 unit dari penjualan tahun lalu yang mencapai 1.387 unit.
Meski menurun, Hino meyakini masih bisa mempertahankan pangsa pasar bus di Indonesia yang mencapai 80 persen.
Distributor resmi Volvo, PT Wahana Inti Selaras, juga melihat penjualan bus masih stagnan, meskipun pasarnya tetap menarik.
"Ada Trans Jawa dan tiket pesawat naik, sehingga segmen antar kota masih oke," kata Chief Executive Officer PT Wahana Inti Selaras, Bambang Prijono.
Bus Volvo tidak berkontribusi besar terhadap penjualan PT Wahana Inti Selaras secara keseluruhan.
Sebab, bus Volvo menyasar kelas premium.
Bambang mengatakan, dari kurang lebih 5.000 unit pasar bus di Indonesia, Volvo baru berkontribusi 50 unit saja.
• AFI: Permendag Waralaba Hilangkan Hambatan, Ini Penjelasan dari Kemendag
Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Industri karoseri ditopang permintaan dari pemerintah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170919-divisi-rangka-karoseri-laksana-bus_20170919_153552.jpg)