Industri Karoseri Terbantu dari Permintaan Pemerintah
Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) menyatakan permintaan karoseri tahun ini menurun hingga kurang lebih 10 persen.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) menyatakan permintaan karoseri tahun ini menurun hingga kurang lebih 10 persen.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Karoseri Indonesia, TY Subagyo, mengatakan, penurunan ini dikarenakan permintaan transporter yang tengah lesu.
Penurunan paling signifikan disebabkan oleh lesunya permintaan karoseri truk atau angkutan barang akibat kebijakan pembatasan muatan Over Dimension & Over Loading (ODOL) yang terus digalakkan.
Sementara itu, permintaan karoseri bus cenderung terjaga karena adanya pesanan dari pemerintah.
Hal senada diungkapkan oleh produsen karoseri PT Delima Carosserie.
Produsen yang fokus memproduksi karoseri mobil khusus mengatakan bahwa sebagian besar produknya berasal dari pesanan pemerintah.
• Pemesanan Suzuki Jimny Dihentikan Sementara, Ini Penjelasan dari APM
"60 persen penjualan ke pemerintah, 40 persen ritel," terang Managing Director PT Delima Carosserie, Winston Wiyanta, seperti dikutip Kontan.
Ia mengatakan, meskipun industri otomotif tengah lesu, Delimajaya mengklaim pemesanan karoseri tidak terpengaruh karena pihaknya mengikuti banyak tender.
Adapun sebagian besar tender berasal dari pemerintahan.
Hingga akhir tahun ini perusahaan menargetkan penjualan yang tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
Sekadar informasi, kapasitas produksi Delimajaya dalam setahun mencapai 1.200 hingga 1.500 unit karoseri.
Potensi
Bisnis tranportasi darat berupa angkutan penumpang dengan bus menunjukkan potensi yang cerah.
Satu di antara penyebabnya adalah pembangunan sejumlah proyek infrastruktur, termasuk jalan tol.
Dengan semakin panjangnya jalan tol yang dibangun, para agen pemegang merek (APM) meyakini permintaan bus akan terus bertambah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170919-divisi-rangka-karoseri-laksana-bus_20170919_153552.jpg)