Olah Raga

515 Atlet Panahan Berebut 138 Tiket Menuju PON Papua 2020

515 atlet panahan dari 30 provinsi se-Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional Panahan Pra-PON di Lapangan Panahan GBK Senayan, 22-29 September 2019.

515 Atlet Panahan Berebut 138 Tiket Menuju PON Papua 2020
Warta Kota/Gopis Simatupang
Ratusan pemanah bersaing memperebutkan 138 tiket menuju PON Papua 2020 dalam Kejurnas Panahan Pra-PON di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019). 

Sebanyak 515 atlet panahan dari 30 provinsi se-Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional Panahan Pra-Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, 22-29 September 2019.

Hingga Rabu (25/9/2019), ratusan pemanah tersebut masih bersaing ketat demi mengamankan tiket lolos menuju PON Papua tahun 2020.

Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Panahan Pra-PON, Eko Nugroho, mengatakan, 515 pemanah dari 30 wilayah pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) itu memperebutkan total 138 tiket untuk berlaga di PON Papua tahun depan.

"Kuota itu diperebutkan seluruh provinsi kecuali Papua dan Papua Barat, karena mereka secara otomatis mendapat jatah wild card sebagai tuan rumah PON 2020," kata Eko Nugroho di lapangan Panahan.

Eko menjelaskan, ke-515 pemanah itu turun di Kejurnas dalam tiga kategori berbeda, yakni nomor Nasional diikuti 171 atlet, nomor FITA Recurve 157 atlet, serta nomor FITA Compound 187 atlet.

 Imam Shamsi Ali DICEKAL saat Akan Ceramah di Masjid PBB, Sebut Ada Pejabat Pendendam dan Anti Kritik

 POLITISI Partai Demokrat Banding SBY dan Jokowi dalam Sikapi Demo Mahasiswa, Alamak Keras Sekali!

 HAH, 90 Mahasiwa Peserta Unjuk Rasa Sudah 4 Hari Masih Hilang, LBH Kesulitan Peroleh Data Polisi

Di nomor FITA Recurve, para pemanah melepas busur menuju target dari jarak 70 meter, nomor FITA Compund dari jarak 50 meter, serta nomor Nasional dari jarak 40 meter.

Di antara ratusan pemanah tersebut, terdapat pula 16 atlet Pelatnas SEA Games 2019 yang tampil membela daerahnya masing-masing.

Menurut Ketua Umum PP Perpani, Kelik Wirawan Widodo, ajang Kejurnas Panahan Pra-PON ini dapat dimanfaatkan para atlet pelatnas untuk mengukur kemampuan sebelum tampil di SEA Games Filipina.

Sebagai atlet pelatnas, kata Kelik, keikutsertaan 16 pemanah andalan Tanah Air itu jadi tantangan tersendiri untuk mereka karena merasa harus menunjukkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan atlet non-pelatnas.

 KPAI Kecam Sekolah yang Ancam Keluarkan Siswanya Karena Ikut Demo Pelajar di DPR

"Kita di ofisial Pelatnas juga jadi bahan untuk kita evaluasi," kata Kelik.

Selain jadi ajang Pra-PON, terangnya, Kejurnas ini menjadi sarana sosialisasi olah raga panahan di tengah masyarakat, karena menurutnya eksistensi panahan masih kalah jauh dibandingkan olah raga populer lainnya.

Dia ingin cabor panahan makin diminati masyarakat sehingga lebih mudah menjaring para atlet potensial untuk dipersiapkan tampil di level teratas.

KPAI Sesalkan Banyak Anak-anak Diajak dalam Aksi Mujahid 212 di Monas

"Kami berharap Kejurnas ini dapat menarik perhatian masyarakat untuk mencintai olah raga panahan ini. Jika sudah banyak yang berminat, pada akhirnya banyak yang terjun, lalu kami tinggal menyaring dan menyeleksi untuk menjadi atlet," ucapnya. (gps)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved