Rusuh Papua
Postingan Dhandy Laksono Diragukan Kebenarannya Sehingga Timbulkan Rasa Kebencian
Penetapan tersangka kepada pendiri WatchdoC Documentary dan aktivis HAM, Dhandy Dwi Laksono atas pelanggaran UU ITE, sudah melewati pendalaman dan ana
Penulis: Budi Sam Law Malau |
"Dari analisa kami, ada postingan oleh yang bersangkutan, di media sosial, yang mengandung provokasi," kata Iwan saat dikonfrmasi, Jumat (27/9/2019).
Karenanya tambah Iwan, pihaknya kemudian melakukan penangkapan atas Dhandy di rumahnya, Kamis (26/9/2019) malam.
"Kami lakukan penangkapan semalam terhadap tersangka UU ITE," kata Iwan.
• Oktober Pendaftaran CPNS 2019 Dibuka, Peluang untuk Usia 40 Tahun Lulusan S2-S3
"Tapi sudah kita pulangkan dinihari tadi. Jadi Semalam ia sudah kita periksa," kata Iwan.
Seperti diketahui eks jurnalis Dandhy Dwi Laksono kerap menyampaikan pendapat secara kritis, termasuk soal isu Papua, melalui akun twitter dan instagramnya.
Postingan yang dipermasalahkan dan membuat Dhandy menjadi tersangka, dilakukan Dhandy pada 22 September lalu, di akun twitternya.
Kicauan Dhandy tertanggal 22 September itu adalah:
'Peristiwa di Jayapura (foto 1) dan Wamena (foto 2) hari ini menunjukkan bahwa di Papua tampaknya hanya berlaku satu cara untuk mengatasi segala masalah, yaitu kekerasan.
• FADLI ZON Akhirnya Sebut Ada Penunggang Gerakan Mahasiswa 2019, Temukan Momentum Siklus 20 Tahunan
Di Papua risiko menyampaikan aspirasi bukan dipanggil rektor, tapi mati atau luka tembak. Sampai kapan?,'
Kemudian postingan berikutnya yakni 'JAYAPURA (foto 1)
Mahasiswa Papua yang eksodus dari kampus-kampus di Indonesia, buka posko di Uncen. Aparat angkut mereka dari kampus ke Expo Waena. Rusuh. Ada yang tewas," cuit Andi.
Lalu ciutan berikutnya yang disertai gambar masih tentang Papua.
Bunyi cuitan Dhandy itu yakni: WAMENA (foto 2)
Siswa SMA protes sikap rasis guru. Dihadapi aparat. Kota rusuh. Banyak yang luka tembak.
Kuasa Hukum Dandhy, Alghiffary Aqsa membenarkan kicauan Dhandy soal Papua yang jadi dasar polisi menetapkan Dhandy sebagai tersangka, yakni kicauan pada 22 September lalu di twitter.
• TERUNGKAP Nasib Terkini Pedangdut Nita Thalia Ngaku Jadi Istri Kedua, Operasi Plastik Habis 1 Miliar
Bahkan dari penelusuran Warta Kota cuitan kritis Dhandy terakhir ia posting Kamis (26/9/2019).
"1. Mengangkat jenderal Orba. Lima tahun berkuasa tak satupun kasus HAM diselesaikan. 2. Merespon Papua dengan mengirim pasukan dan menangkapi aktivis dengan pasal makar. 3. Membatasi internet, aparatnya razia buku, ikut nyebar hoaks, dan sarat kekerasan," cuit Dandhy. (bum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/aksi-unras.jpg)