Elektronik
Bohlam Philips Rechargeable LED, Bisa Terus Nyala Saat Padam Listrik Mendadak
Philips Rechargeable LED Bulb diyakini dapat memberikan cahaya cadangan hingga tiga jam secara terus-menerus saat listrik padam.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Fred Mahatma TIS
Bohlam Philips Rechargeable LED ini diklaim aman dari risiko korsleting karena kemasukan debu, air atau serangga, karena menggunakan desain tertutup.
PEMADAMAN listrik mendadak masih menjadi masalah di Indonesia, bahkan untuk kawasan di wilayah Ibukota Jakarta.
Contoh nyatanya adalah blackout yang terjadi pada awal Agustus lalu. Padahal pasokan listrik sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk melangsungkan kegiatan sehari-hari dan aktivitas ekonomi.
Pemadaman listrik yang tidak terduga bisa sangat menyulitkan, terutama ketika kita sedang melakukan hal yang sangat penting dan tiba-tiba lampu mati.
• Facebook Cafe Buka Sampai Minggu, Ajak Pengguna Medsos Gunakan Fitur Kendali Privasi, Ini Caranya
• Dibayangi Ancaman Pemecatan, Julio Banuelos Pilih Fokus Racik Strategi Persija Kalahkan PSIS
• Garap Bisnis Kuliner, Teuku Rasya Buka Kafe Berkonsep Budaya Papua dengan Menu Nusantara
Terlebih pemadaman listrik terjadi pada malam hari, tentunya akan sangat membutuhkan alat pengganti penerangan.
Biasanya ketika mati lampu, masyarakat akan memakai lilin atau petromak sebagai alat pengganti penerangan, namun berisiko terjadinya kebakaran.
Berikan cahaya cadangan
Kini masyarakat tidak perlu khawatir, Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan, baru-baru ini menghadirkan solusi baru atas masalah tersebut.
Solusi itu adalah Philips Rechargeable LED Bulb yang diyakini dapat memberikan cahaya cadangan hingga tiga jam secara terus-menerus saat listrik padam.
“Pencahayaan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan kita. Kita tidak terbiasa berada dalam kegelapan di malam hari,” kata Country Leader Signify Indonesia Rami Hajjar, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/9).
Rami Hajjar menambahkan, pemadaman mendadak yang mencakup area yang luas dan berlangsung cukup lama belum lama ini, menjadi pengingat bagi banyak orang tentang betapa besarnya ketergantungan kita terhadap listrik.
Tak hanya tergantung listrik untuk melakukan kegiatan sehari-hari, tetapi juga termasuk memiliki penerangan memadai setelah matahari terbenam.
Menurut dia, selama pemadaman, masih banyak masyarakat di Indonesia yang menggunakan lilin sebagai sumber penerangan di malam hari.
Namun, cahaya dari lilin seringkali terlalu redup dan juga berbahaya jika kita tidak berhati-hati.
“Sudah banyak terjadi kebakaran karena penggunaan lilin akibat keteledoran manusia yang membahayakan kehidupan orang-orang di rumah dan di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Untuk itu, menggunakan lampu darurat merupakan pilihan yang lebih aman.
Sirkuit deteksi
Philips Rechargeable LED Bulb merupakan bohlam LED terbaru yang dihadirkan oleh Signify dengan baterai terintegrasi yang dapat diisi ulang, serta dilengkapi sirkuit deteksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bohlam-philips-rechargeable-led-bulb.jpg)