Merchant di E-Commerce Mulai Dikenakan Bayaran, Berikut Penjelasan dari idEA

Belakangan ini muncul kabar bahwa para pelaku start up di bidang e-commerce mulai melakukan monetisasi terhadap bisnisnya.

Merchant di E-Commerce Mulai Dikenakan Bayaran, Berikut Penjelasan dari idEA
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

Strategi monetisasi memang umum dilakukan oleh start up yang sudah memiliki basis penguasaan pasar yang kuat serta valuasi besar.

Berdasarkan polanya, start up yang baru mulai menjalani bisnis umumnya akan berorientasi untuk melebarkan pasar terlebih dahulu.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Belakangan ini muncul kabar bahwa para pelaku start up di bidang e-commerce mulai melakukan monetisasi terhadap bisnisnya.

Hal ini dibenarkan oleh Indonesian E-Commerce Association (idEA).

“Yang saya dengar begitu, jadi ada beberapa platform yang tadinya tidak mengenakan charge ke penjual sekarang mulai ada charge-nya,“ ujar Ketua Umum idEA, Ignatius Untung, dikutip dari Kontan.

Simak Tawaran Promo KPR BTN yang Menggandeng Waskita Realty

Ignatius mengatakan, strategi monetisasi memang umum dilakukan oleh start up yang sudah memiliki basis penguasaan pasar yang kuat serta valuasi besar.

Berdasarkan polanya, start up yang baru mulai menjalani bisnis umumnya akan berorientasi untuk melebarkan pasar terlebih dahulu.

Setelah memiliki basis penguasaan pasar serta valuasi yang besar, start up cenderung akan mencari sumber-sumber pendapatan baru, salah satunya dengan cara memonetisasi bisnis yang dijalankan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko kegagalan dalam menggalang dana.

Jasa Marga Melakukan Razia Kendaraan ODOL, Ada 130 Kendaraan Tertangkap

Menurut Ignatius, risiko gagal galang dana yang dihadapi startup akan menjadi lebih besar ketika start up sudah memiliki valuasi yang besar di kelasnya.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved