Senin, 13 April 2026

Rusuh Papua

Natalius Pigai: Hanya Orang Bodoh yang Minta Istana Presiden

MANTAN komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengkritik usulan pembangunan Istana Presiden di Papua.

komnasham.go.id
Natalius Pigai 

MANTAN komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengkritik usulan pembangunan Istana Presiden di Papua.

Natalius Pigai menilai usulan yang disampaikan perwakilan tokoh Papua kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tidak jelas.

"Itu usulan tidak jelas. Hanya orang bodoh saja yang bisa minta Istana Presiden," ujar Natalius Pigai kepada Tribunnews.com, Kamis (12/9/2019).

Romahurmuziy Ungkap Selnya Seluas 4X7 Meter Dihuni 25 Tahanan, Jadi Tempat Makan Hingga Main Remi

Bagi Natalius Pigai, Istana Presiden yang rencananya dibangun di Papua tahun depan, belum dibutuhkan rakyat di Papua.

Istana Presiden, lanjutnya, juga tidak akan mendatangkan manfaat bagi Papua.

Sebelumnya, Natalius Pigai angkat bicara terkait permintaan pembentukan provinsi baru di Pulau Papua.

Emosi Pacarnya Dipaksa Bercinta, Siswa SMA Tikam Begal Hingga Tewas

Sebab, Papua, kata Natalius Pigai, masih dalam keadaan yang belum sepenuhnya pulih setelah kasus rasialisme yang menimpa mahasiswa di Surabaya.

Serta, bergejolaknya Bumi Cenderawasih tersebut selama beberapa minggu belakangan.

 Video Syur Hebohkan Sumedang, Diduga Disebarkan Pemeran Pria karena Kesal Ajakan Menikah Ditolak

"Orang Papua itu sekarang sedang fokus melawan rasialisme."

"Konsentrasi sekarang kita di sini saja dan bagaimana melindungi rakyat Papua."

"Kami tidak ada urusan dengan jabatan dan lainnya," kata Natalius Pigai kepada Tribunnews, Selasa (10/9/2019).

 10 Calon Pimpinan KPK Harus Teken Surat Pernyataan Bermeterai, Setuju Atau Tidak Revisi UU KPK

Dirinya pun mempertanyakan apakah dalam kunjungan tokoh-tokoh Papua itu hadir juga pejabat sentral seperti Gubernur Papua dan Papua Barat.

Saat mendengar nama Ketua DPRD Jayapura Abisai Rollo sebagai pejabat yang hadir, Natalius Pigai menyebut nama tersebut tidak mewakili tokoh-tokoh Papua.

"Dulu itu Papua satu provinsi berisi sembilan kabupaten bisa digenggam oleh Jakarta."

 Bantah Isu Pelemparan Ular ke Asrama Mahasiswa Papua, Wiranto: Kalau Benar Ada, Tangkap Lalu Disate

"Sekarang ada dua provinsi itu bisa digenggam enggak? Semakin banyak (kabupaten) semakin ada ancaman serius bagi Jakarta," papar Natalius Pigai.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved