Anda Ingin Buka Usaha? Bisa Mengajukan Modal ke 3 Perusahaan E-Commerce Ini

Perusahaan e-commerce gencar menawarkan layanan pinjaman modal usaha kepada para pedagang online.

1. Modal Toko, Tokopedia

Layanan ini diluncurkan oleh Tokopedia pada bulan April 2019.

Dalam meluncurkan layanan ini, Tokopedia bekerja sama dengan perusahaan fintech P2P lending, yakni Modalku.

Modal Toko memungkinkan penjual di Tokopedia mengembangkan bisnisnya dengan mendapatkan modal usaha secara lebih mudah, instan, dan fleksibel.

Helena, Senior Business Development Lead for Merchant Lending Tokopedia, mengatakan, Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia berkomitmen mempermudah masyarakat dalam menciptakan peluang usaha dan mengembangkan usahanya.

Fitur Modal Toko memungkinkan masyarakat, khususnya penjual di Tokopedia yang saat ini sudah mencapai 5,5 juta orang, mendapatkan pinjaman modal.

Menurut Helena, melalui fitur Modal Toko, penjual di Tokopedia bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp 300 juta yang dapat ditarik kapan dan berapa saja sesuai kebutuhan sampai batas kredit (limit) tercapai.

Untuk mendapatkan pinjaman modal usaha dari Modal Toko, proses dan persyaratan mudah.

Mitra pedagang, kata Helena, harus memiliki transaksi penjualan minimal dalam tiga bulan terakhir.

Lapak atau toko online yang tergabung di Tokopedia minimal harus sudah berjalan selama enam bulan.

Untuk proses pengajuan pinjaman, kata Helena, penjual cukup melampirkan identitas diri (KTP) serta swafoto dengan memegang KTP.

Proses persetujuan pinjaman hanya butuh waktu satu hari. Jika disetujui, pinjaman modal akan masuk ke Saldo Penghasilan Tokopedia secara real time dan bisa langsung ditarik tunai.

Helena mengklaim, bunga pinjaman yang ditawarkan oleh fitur Modal Toko juga terbilang rendah, yakni sekitar 1,5 persen flat per bulan.

“Kami tidak mengenakan biaya administrasi dan provisi lainnya. Selain itu, jangka waktu (tenor) yang disediakan juga fleksibel, yakni dari tiga bulan, enam bulan, sampai 12 bulan,” kata Helena.

Sejak diluncurkan, hingga Agustus 2019, jumlah debitur Modal Toko telah tumbuh pesat.

Sayangnya, Helena enggan menyebutkan total pinjaman yang telah disalurkan ke para mitranya.

Dia hanya bilang, total pinjaman telah bertumbuh hingga 100 kali lipat.

Helena berharap, nilai tambah yang dihadirkan Tokopedia ini bisa membuat arus keuangan para penjual berjalan lebih baik.

“Faktanya, pendapatan penjual yang mencairkan pinjaman melalui Modal Toko meningkat rata-rata 50 persen, dengan rata-rata jumlah order meningkat hingga 2,5 kali lipat dari biasanya,” kata Helena.

Dalam fitur Modal Toko ini, Tokopedia hanya menempatkan diri sebagai perantara.

Tokopedia hanya memberi informasi awal profil calon debitur ke penyedia modal.

Soal kewajiban angsuran dan penyelesaian kredit, debitur langsung berhubungan dengan penyedia modal.

Risiko dan mitigasi atas risiko menjadi tanggung jawab penyedia modal.

Halaman
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved