Anda Ingin Buka Usaha? Bisa Mengajukan Modal ke 3 Perusahaan E-Commerce Ini

Perusahaan e-commerce gencar menawarkan layanan pinjaman modal usaha kepada para pedagang online.

Anda Ingin Buka Usaha? Bisa Mengajukan Modal ke 3 Perusahaan E-Commerce Ini
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Kun Arief Cahyantoro, pengamat e-commerce, menilai strategi perusahaan e-commerce menyediakan layanan pinjaman modal usaha kepada pedagang online dinilai positif.

Menurut Kun Arief, langkah itu merupakan cara yang sangat bagus, sebab perusahaan e-commerce membutuhkan supplier sustainabilities, lantaran mereka bukan penyedia barang-barang yang ditransaksikan.

Langkah perusahaan e-commerce menyediakan layanan pinjaman modal usaha, juga bukan tanpa alasan.

TOD Juanda Mulai Dibangun Akhir Tahun Ini

Dari kacamata bisnis, kata Arief, selain imbal hasil dari bunga pinjaman, mereka juga akan mendapatkan keuntungan berupa nilai perusahaan yang meningkat.

“Bukan melalui besarnya aset atau intangible asset (SDM dan teknologi), tetapi karena adanya utang-piutang,” katanya baru-baru ini.

Menurut Arief, dalam ilmu manajemen bisnis, besarnya nilai perusahaan adalah jumlah seluruh aset perusahaan, baik berupa aset di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan berupa utang piutang.

Pada perusahaan penyedia dana yang sudah go public, kenaikan nilai perusahaan akan berimbas kepada nilai saham perusahaan itu.

Tujuan mendongkrak jumlah mitra usaha dan transaksi dengan menyediakan pinjaman modal hanyalah “cover-up” untuk meningkatkan valuasi perusahaan.

Arief mengatakan, target hasil yang ingin dicapai ialah keuntungan dengan masuknya investor baru.

Ada keuntungan lain yang diperoleh perusahaan e-commerce dengan menyediakan jasa pinjaman modal itu, yakni tidak banyak terikat dengan aturan-aturan dari lembaga regulasi keuangan.

"Soalnya perusahaan e-commerce bukan perusahaan keuangan, sehingga aturan yang digunakan adalah regulasi dari industri e-commerce,” kata Arief.

Jangan Jadikan Gawai Hanya Sarana Hiburan Anak

Namun begitu, Arief mengingatkan, pinjaman selalu berpotensi mengalami gagal bayar.

Risiko ini harus diantisipasi dan dimitigasi oleh perusahaan e-commerce.

Salah satunya adalah memahami teknis bisnis penyaluran modal, sebagaimana yang dilakukan bank dan perusahaan keuangan lainnya.

Di sisi lain, calon debitur juga harus lebih hati-hati dan memeriksa secara teliti apa yang menjadi syarat dan aturan kesepakatan pinjaman modal di e-commerce.

Ada Virus Joker, Segera Hapus 24 Aplikasi dari Ponsel Android: Ini Dampaknya

“Agar calon debitur tidak terjebak perjanjian yang kelak akan merugikan,” kata Arief.

Berita ini sudah diunggah di Kontan dengan judul Ini tujuan e-commerce salurkan pinjaman modal usaha

Berikut e-commerce yang menyalurkan pinjaman modal usaha:

Halaman
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved