Seleksi Pimpinan KPK

Calon Pimpinan KPK Ini Tak Paham Pasal Suap, tapi Mengaku Jadi Pemerhati Isu Korupsi Sejak 1998

Sebelum ditanya soal perbedaan Pasal 5 dan Pasal 12, Luthfi yang merupakan akademisi mengaku sudah menjadi pemerhati isu korupsi sejak 1998.

Calon Pimpinan KPK Ini Tak Paham Pasal Suap, tapi Mengaku Jadi Pemerhati Isu Korupsi Sejak 1998
Facebook Luthfi J Kurniawan
Luthfi Jayadi Kurniawan 

LUTHFI Jayadi Kurniawan, salah satu calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sempat mengaku tak paham pasal suap dalam UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Adalah Wakil Ketua Pansel Capim KPK Indriyanto Seno Adji yang bertanya soal perbedaan pasal 5 dan pasal 12.

"Saya tidak paham," ujar Luthfi di hadapan Pansel Capim KPK di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).

Ini 10 Nama Calon Pimpinan KPK yang Diserahkan ke Jokowi, Cuma Satu Polisi yang Tersisa

Sebelum ditanya soal perbedaan Pasal 5 dan Pasal 12, Luthfi yang merupakan akademisi mengaku sudah menjadi pemerhati isu korupsi sejak 1998.

"Sejak 1998," katanya.

Namun, Luthfi malah tak paham perbedaan kedua pasal tersebut.

PROFIL Irjen Firli Bahuri, Polisi yang Bertahan di 10 Besar Seleksi Calon Pimpinan KPK

Luthfi tampak terdiam, begitu juga saat ditanya soal perampasan aset, ia tak menjawab.

Hal ini sangat disayangkan oleh Pansel.

Sebab, pasal 5 dan Pasal 12 kerap dipakai lembaga anti-rasuah saat menggelar ekspose sebelum menentukan status hukum mereka yang diduga terjerat korupsi.

300 Demonstran di Jayapura Berjanji Tak Mau Ikut Aksi Unjuk Rasa Lagi karena Merasa Ditipu

"Kira-kira paham, enggak? Karena sebagai pimpinan di saat ekspose terbatas dan ekspose pleno pimpinan harus kasih pendapat, pak."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved