Breaking News:

Tewas digigit anjing

Yayan Tewas Karena Pembuluh Darah Besar Dibagian Leher Digigit Anjing

Selain luka di bagian leher, Edy menuturkan Yayan mengalami luka gigit di bagian telinga kanan, dada, perut, panggul dan luka cakar di bagian punggung

Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Jenazah Yayan saat dibawa pihak keluarga dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/9/2019). 

Yayan (35), seorang asisten rumah tangga (ART) di kawasan RT 04/RW 04 Kelurahan Cilangkap, yang digigit anjing majikannya berjenis Malinois Belgia pada Jumat (30/8) lalu, tewas lantaran diterkam pada baguan vitalnya, yakni leher.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan pada bagian leher manusia, terdapat pembuluh darah besar yang dimana darah mengalir begitu deras di bagian tersebut.

Hasil itu didapatnya dari hasil pemeriksaan autopsi tim dokter forensik saat jenazah tiba di RS Polri.

"Gigitan pada leher mengenai pembuluh darah besar, sehingga terjadi pendarahan yang cukup banyak," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/9).

UPDATE Sudah 10 Kali Sparta Gigit Manusia, Kini Sudin KPKP Jaktim Mau Amankan Anjing Milik Bima Aryo

Suami PRT Korban Gigitan Anjing Laporkan Majikannya Ke Polisi

Bombom dari Komunitas Anjing Blackface Club : Anjing jadi Galak karena Ada Faktor Pemicunya

Meski jarak dari kediaman majikan Yayan di Jalan Langgar menuju RS Adhyaksa tak sampai 15 menit, nyawa Yayan sudah tak tertolong saat tiba di RS Adhyaksa.

Selain luka di bagian leher, Edy menuturkan Yayan mengalami luka gigit di bagian telinga kanan, dada, perut, panggul dan luka cakar di bagian punggung.

"Karena kehabisan darah, sehingga menyebabkan korban tidak bisa ditolong di RS Adhyaksa. Korban sudah dilaksanakan autopsi, sudah selesai dilaksanakan," ujarnya.

Sekira pukul 14.23 WIB tadi, Edy menyebut jasad Yayan yang baru dua minggu bekerja jadi ART di kediaman majikannya dibawa ke Cianjur.

Suaminya, Enjang dan sejumlah anggota keluarga lain mendampingi keberangkatan jasad Yayan yang dibawa menggunakan ambulans berpelat B 1778 TZB.

"Korban dibawa ke kampung halaman di daerah Cianjur, akan dimakamkan di sana," tuturnya.

Meninggalnya Yayan sendiri diduga akibat kelailaian satu majikannya, TD (72) yang menyuruh korban membuka kandang anjing bernama Sparta.

Setelah kandang terbuka, Sparta yang termasuk jenis anjing pemburu dan dikenal hanya menuruti perintah majikan atau pelatihnya seketika menerkam Yayan.

Kapolsek Cipayung Kompol Abdul Rasyid mengatakan suami Yayan, Enjang yang juga bekerja jadi ART di kediaman TD telah melaporkan majikannya ke Unit Reskrim Polsek Cipayung.

"Ibunya (TD) yang menyuruh itu, yang menyuruh buka kandang bisa kena pidana. Pasal 359 KUHP tentang Kealpaan yang Menyebabkan Matinya Seseorang," kata Abdul. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved