Bombom dari Komunitas Anjing Blackface Club : Anjing jadi Galak karena Ada Faktor Pemicunya

Bombom mengatakan, ‎apapun jenis anjing, pada dasarnya tidak ada yang galak.

Bombom dari Komunitas Anjing Blackface Club : Anjing jadi Galak karena Ada Faktor Pemicunya
dok Pribadi
Febry Santoso alias Bombom dari komunitas anjing Blackface Club bersama anjing peliharaannya jenis Milanois Belgia. 

Pemicu kejadian pembantu rumah tangga (PRT) digigit anjing jenis Milanois Belgia ‎bernama Sparta ‎di Cilangkap, Jakarta Timur, (30/8/2018) lalu, bisa jadi dikarenakan anjing tersebut, kurang sosialiasi terhadap orang lain yang ada disekitarnya.

Pendapat itu, disampaikan Febry Santoso alias Bombom dari komunitas anjing Blackface Club.

"Biasanya anjing kurang sosialiasi, atau kurang perkenalan dengan banyak orang. Mungkin juga jarang ketemu orang, mungkin bisa lagi stres juga," kata Bombom kepada Warta Kota, Senin (2/9/2019).

Bombom mengatakan, ‎apapun jenis anjing, pada dasarnya tidak ada yang galak.

Anjing menjadi galak, hanya karena takut dan berusaha mempertahankan diri, memproteksi dirinya dengan cara menyerang.

Ini 4 Kasus Manusia Tewas Digigit Anjing, Salah Satu Korban Hingga Tersisa Tengkorak

PRT Tewas Digigit Anjing, 5 Tips Hadapi Anjing yang Bisa Membunuh, Salah Satunya Jangan Tatap Mata

PRT Tewas Digigit Anjing, Begini Pertolongan Pertama Setelah Digigit Anjing

Hal itu, termasuk anjing jenis Milanois Belgia. Menurut Bombom karakter jenis anjing itu sebetulnya jenis anjing yang sangat aktif, lincah, dan pintar.

"Kalau dibilang galak enggak sih. Saya jamin, karena saya punya 10 ekor anjing Milanois (Belgia), semua jinak dan nggak ada yang galak," ungkapnya.

Bombom kembali mengatakan, pada dasarnya tidak ada anjing anjing galak.

Anjing menjadi galak karena ada faktor pemicunya.

"Bahkan anjing kecil dan lucu saja, bisa loh galak. Cuma karena badannya kecil, tenaganya terbatas, jadi tidak sampai bunuh orang," kata Bombom.

‎Lebih lanjut Bombom menjelaskan, dalam merawat anjing termasuk jenis Milanois Belgia tidak boleh asal main pelihara saja. Tetapi, perlu juga dilatih.

Misalnya, saat pemilik anjing menyuruh orang lain memberi makan anjing peliharaannya.

Apalagi, anjing tersebut belum pernah mengenal orang itu.

‎"Contohnya, nggak boleh tiba-tiba (pemilik anjing) main suruh pembantunya kasih makan anjing. Kalau pembantunya belum pernah atau baru kasih makan anjing, seharusnya si pemilik dan pembantu itu jalan bersama ke kandangnya memperkenalkan, ini loh orang yang kasih makan. Itu ada caranya," katanya.

"Kalau baru pertama, pembantu bisa pegang tempat makannya, majikannya yang buka kandangnya. Istilahnya kita perkenalkan. Jadi nggak bisa main suruh-suruh aja kasih makan," kata Bombom. (Ign Agung Nugroho)

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved