Rabu, 8 April 2026

Ganjil Genap

TERUNGKAP, Ini Dampak Perluasan Ganjil Genap Bagi Pedagang Glodok

Pemerintah DKI menerapkan perluasan ganjil genap di sejumlah titik di wilayah DKI Jakarta, salah satunya kawasan yag terdampak sekitar wilayah

Penulis: Joko Supriyanto |
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Foto ilustrasi: Suasana arus lalu lintas di LTC Glodok, Jakarta Barat, Jumat (14/6/2019). 

Pemerintah DKI Jakarta menerpakan perluasan ganjil genap di sejumlah titik di wilayah DKI Jakarta, salah satunya kawasan yag terdampak sekitar wilayah Gajah Mada hingga Kali Besar Selatan, Taman Sari Jakarta Barat.

Dikawasan Gajah Mada, Glodok, hingga Kali Besar Selatan sendiri diketahui selain menjadi pusat perbelanjaan niaga tapi juga banyak para pedagang kuliner yang berjualan di wilayah itu.

Hal itu tentunya dikhawatirkan oleh para pedagang akan berdampak pad omset pendapatan mereka.

Bahkan sejak sosialisasi perluasan ganjil genap 12 Agustus 2019 lalu hingga saat ini, dampaknya 50 persen pedagang rugi.

"Terus terang kami merasa amat sangat dirugikan karena keadaan sekarang udah sepi ditambah lagi ada ganjil-genap maka makin bertambah sepi," Eka (40) salah pedagang di Pasar Hayam Wuruk Indah (HWI) Lindeteves, Glodok, Sabtu (31/8/2019)

 Ini 5 Pemain yang Dipulangan oleh Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy

 Ini Beda Gaji dan Tunjangan Direksi BRI dan BTN

 FAKTA Pemakaman Pupung dan Dana, Ibu Dana Sempat Pingsan Hingga Sosok Pupung di Mata Keluarga

Menurutnya, dengan berkurangnya income, dikawatirkan adalah dampaknya akan menjadi dampak domino kemana-mana.

Terlebih para pedagang harus memikirkan gaji para karyawan, sehingga dampak ini tidak hanya di rasakan kepada pedagang saja tapi para karyawan.

Eka menyebut jika sejak rencana perluasan ganji genap itu di sosialisasikan, dampak yang dirasakan oleh pedagang pun sudah terasa, dimana selama dua minggu ini dirasakan sepi, bahkan penurunan omzet.

"Dampaknya dagangan sudah dua minggu ini sepi, penurunan omzet saat uji coba menurun hingga 50 persen," ujarnya.

 VIRAL Foto Leher Anggota Polisi Tertancap Panah di Papua Masih Hidup Hingga Sosok Serda Rikson Gugur

Selain itu, perluasan ganjil genap yang dinilai sebagai langkah mengurangi polusi udara, dianggap Ibrahim (45) salah seorang pedagang, sesuatu yang tidak tepat.

Justru ia lebih memilih untuk membentuk konsep Jakarta hijau.

"Kami para pedagang dan warga sekitar di sentra bisnis ini menyatakan sikap bahwa ganjil genap bukan solusi masalah polusi di Jakarta. Kami lebih sepakat menjadi pelopor untuk menghijaukan Jakarta," katanya.

Untuk itu dirinya meminta pemerintah DKI Jakarta untuk mengkaji ulang penerapan ganjil genap khususnya wilayah Glodok yang terdampak ganji genap ini.

 Sambut 1 Muharram, Inilah Amalan dan Doa yang Boleh Dilakukan

Karena saat ini para pedagang merasakan dampak omzet yang didapat menurun.

"Harapannya mohon dikaji ulang, apakah ini sebuah kebijakan yang benar-benar membawa dampak yang berguna bagi masyarakat atau tidak," ucapnya. (JOS)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved