Jumat, 10 April 2026

Pajak

Profesor Jimly Asshiddiqie: Prospek Konsultan dan Pengacara Perpajakan di Indonesia Cerah

Prof Dr Jimly Asshiddiqie, SH mengatakan, prospek jasa konsultan dan pengacara perpajakan di Indonesia akan sangat cerah dalam lima tahun ke depan.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH mengukuhkan anggota Perkumpulan Konsultan dan Pengacara Pajak Indonesia (PKPPI) di Hotel Mercure Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (31/8/2019). 

Pemilik sekaligus Pendiri Jimly School of Law and Government (JSLG), Prof Dr Jimly Asshiddiqie, SH mengatakan, prospek jasa konsultan dan pengacara perpajakan di Indonesia akan sangat cerah dalam lima tahun ke depan.

Sebab persoalan pajak dalam lima tahun ke depan cukup banyak terutama dalam rule of the game untuk dipahami wajib pajak.

Karenannya para pengacara pajak atau jasa perpajakan harus bekerja profesional mulai saat ini.

"Sebab akan banyak tugas pengacara pajak lima tahun ke depan dan ini sangat menantang. Karena saya yakin, prospek jasa perpajakan dalam lima tahun ke depan akan sangat cerah, secerah wajah-wajah Anda saat ini," kata Jimly saat mengukuhkan anggota Perkumpulan Konsultan dan Pengacara Pajak Indonesia (PKPPI), di Hotel Mercure Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (31/8/2019).

Dalam acara bertema The Tax Warriors Leadership atau 'Kepemimpinan Dalam Penegakan Hukum Pajak Yang Berkeadilan' Jimly menjadi keynote speech.

MENDADAK Mahasiswa Papua Meninggalkan Jakarta, Asrama Yahukimo Langsung Sepi, Ini Penyebabnya

Kabar Diduga Ahmad Dhani Derita Penyakit, Mendadak Suami Mulan Jameela Dipindahkan ke Sel Khusus

PRESIDEN Jokowi Ungkap Rahasia SBY saat Jadi Taruna dan Hubungan Ibunya dengan Ayah Megawati

"Persoalan pajak dalam lima tahun ke depan yang akan dihadapi terutama soal rule of the game-nya. Jadi tugas pengacara pajak akan banyak nantinya," kata Jimly.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menegaskan, ke depan akan banyak jasa pengacara pajak dibutuhkan oleh wajib pajak.

"Dan tentunya dengan jasa para pengacara pajak, diharapkan pembayar pajak melakukan kewajibannya sesusai rule of the game, aturan yang ada," kata Guru Besar Universitas Indonesia (UI) itu, yang terpilih menjadi senator alias anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta itu.

Jimly menjelaskan, bahwa para pengacara pajak, terutama dalam hal ini anggota PKPPI harus bekerja semakin profesional.

VIDEO Viral Hotman Paris Bikin Prabowo Subianto Tertawa Ngakak hingga Diam dan Bantah Ucapan Hotman

"Dengan komitmen bekerja secara profesional, maka saya ucapkan selamat pada saudara-saudara yang dikukuhkan. Selamat menempuh profesi baru. Semoga menjadi pengacara pajak yang bermutu dan berkualitas," katanya.

Mantan ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu pun mengimbau kepada para anggota KPPI agar tidak berebut dalam mencari klien atau wajib pajak.

"Sebab jasa saudara akan sangat dibutuhkan. Jadi gak usah rebutan dalam cari klien, bagi-bagi saja," katanya.

Ia juga berharap, Indoensia tidak hanya mengandalkan pajak sebagai sumber pendapatan negara.

"Pajak memang masih jadi andalan utama negara. Sekitar 80 persen pendapatan negara berasal dari pajak. Dan 1700 triliun lebih APBN kita berasal dari pajak," kata Jimly.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved