Ibu Kota Pindah
Sindiran Petinggi Polri Ejek Pengemudi Motor Serobot Busway, Sebut Calon Orang Daerah
Petinggi Polri membagikan sebuah video kelakuan pengemudi motor di Jakarta. Puluhan motor masuk di jalur busway dan melawan arah.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Salah seorang Perwira Tinggi Polri Brigjen Pol Khrisna Murti menyinggung soal perpindahan Ibukota Indonesia.
Uniknya, Khrisna Murti sindir budaya lalu lintas warga Jakarta yang buruk.
Pantauan Wartakotalive pada, aparat yang gemar berselancar di media sosial itu bagikan sebuah video jalur busway yang dipenuhi oleh pengendara motor.
Lucunya puluhan pengendara motor itu melawan arah jalur busway.
Tak ayal sebuah bus Transjakarta terdiam tidak bisa lewat karena terhalang puluhan motor yang lawan arah.
• Viral Media Sosial Pria Mengaku Teman Anggota Polisi Langgar Busway Langsung Lolos Tindakan
Sepertinya puluhan motor tersebut lawan arah karena menghindari razia yang kerap dilakukan pihak Kepolisian di jalur busway.
Menanggapi video tersebut Khrisna Murti menyindir soal budaya masyarakat Ibukota yang dianggap lebih pantas menjadi orang dusun.
“Pemotor Plat B, melawan arus di jalur busway. Kelakuan calon “orang daerah”. #kmupdates,” kata Khrisna Murti.
• Ini Fungsi Lahan sebelum Menjadi Tempat Ratusan Bus Transjakarta Terbengkalai di Bogor
Netizen mengomentari video tersebut.
Mereka juga sepakat dengan pendapat Khrisna Murti jika alasan pemindahan Ibukota ialah karena budaya masyarakat yang buruk.
“Susah di jadiin orang kota.. kampungin aja,” tulis @azzury_wahid di kolom komentar.
“Ini slah satu alasan knapa ibu khota d pindah kan,” tulis @bulao_33
“Salah 1 alasan ibu kota pindah...orangnya model kaya gitu,” tulis @erickcandra59.
Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan memindahkan Ibukota Indonesia ke dua kabupaten di Kalimantan Timur.
Jokowi pun menjelaskan alasan memilih Kabupaten Penajem dan Kabupaten Kutai Kertanegara sebagai Ibukota baru Indonesia.
Presiden menjelaskan jika pemilihan dua kabupaten tersebut sudah berdasarkan studi selama 3 tahun yang dilakukan oleh pemerintah.
“Kita intensifkan studinya 3 tahun terakhir ini dan hasil kajian lokasi ibukota baru paling ideal adalah sebagian Kabupaten Penajem Paser Utara dan sebagaian Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur,” kata Jokowi di Istana Negara, Senin (26/8/2019).
• Kalangan DPRD DKI Jakarta Ungkap Peluang untuk Penataan RTH Terkait Wacana Pemindahan Ibu Kota
Jokowi pun memiliki 5 alasan dipilihnya lokasi ibu kota kedua Kabupaten tersebut
Pertama kata Jokowi risiko kebencanaan di dua wilayah tersebut kecil. Dimana jarang terjadi bencana banjir, gempa bumi, tsunami dan kebakaran hutan.
Alasan kedua lokasi dua kabupaten tersebut dianggap strategis karena berada di tengah-tengah Indonesia.
Ketiga kata Jokowi, dua wilayah tersebut berada di wilayah perkotaan yang sudah berkembang.
• Cuitan Ustadz Tengku Zulkarnain Soal Pindah Ibu Kota, Pakai Ilustasi Peta yang Dibuat Bahan Candaan
Selain itu alasan keempat ialah dua wilayah tersebut dianggap sudah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap.
Terakhir Jokowi beralasan jika di dua wilayah tersebut pemerintah sudah memiliki tanah seluas 180 ribu hektar.
“Tersedia lahan yg dikuasai pemerintah seluas 180 ribu hektar,” kata Jokowi.
Masih Banyak yang Terobos Jalur Busway, 145 Pengendara Roda Dua Ditilang Polisi
Satgas Sterilisasi Busway Satlantas Jakarta Timur menilang sebanyak 145 pengendara roda dua di Jalan Jatinegara Barat, tepatnya di dekat Pasar Mester, Jatinegara, Jakarta Timur.
Ratusan kendaraan tersebut terjaring razia akibat menerobos jalur Bus TransJakarta di sepanjang jalan tersebut.
"Sampai dengan siang ini sebanyak 145 pelanggar kami tindak di Jalan Jatinegara Barat," ucap Kanit Tim Penegakan dan Penertiban (Gaktib) Lantas Jakarta Timur Iptu Sigit saat dikonfirmasi, Kamis (21/2).
• Transjakarta Jalin Kerja Sama dengan Universitas Paramadina Jakarta
Tak hanya itu, pengendara yang melawan arus lalu lintas juga dilakukan penindakan di sepanjang Jalan Jatinegara Barat.
"Pelanggaran kasat mata seperti motor melintas di atas trotoar dan melawan arus juga tetap kami lakukan penindakan," ujarnya.
Pantauan di lokasi, puluhan pengendara yang menerobos jalur busway berusaha menghindari razia yang dilakukan oleh petugas kepolisian ini.
Mereka nekat berputar arah, meski di belakang kendaraan mereka ada mobil maupun bus transjakarta yang hendak melintas.
Beberapa pengendara yang terjaring razia pun sempat ingin menyogok petugas agar mereka tidak dikenakan sanksi tilang.
Namun, petugas tak menggubrisnya dan tetap memberikan sanksi tilang kepada pengendara tersebut.
"Sesuai ketentuan di UU, bagi penerobos jalur busway dikenakan sanksi maksimal Rp 500 ribu," kata Sigit.
Satgas Sterilisasi Busway ini sendiri telah dibentuk sejak 31 Januari 2019 lalu dan hingga saat ini pihak kepolisian mengklaim jumlah pengendara yang menerobos jalur bus transjakarta terus menurun.
"Alhamdulillah sejak tanggal 31 Januari kelihatan pelanggar yang melanggar sangat menurun ya," ucap Sigit. (abs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/motor-jalur-busway.jpg)