Ini Fungsi Lahan sebelum Menjadi Tempat Ratusan Bus Transjakarta Terbengkalai di Bogor

Ratusan bus dengan tulisan Transjakarta di bodi bus ditemukan terbengkalai di lahan kosong yang berada di Jl. Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupat

Ini Fungsi Lahan sebelum Menjadi Tempat Ratusan Bus Transjakarta Terbengkalai di Bogor
Wartakotalive.com/Gisesya Ranggawari
Ratusan bus dengan tulisan Transjakarta di bodi bus ditemukan terbengkalai di lahan kosong yang berada di Jl. Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (29/7/2019). 

Ratusan bus dengan tulisan Transjakarta di bodi bus ditemukan terbengkalai di lahan kosong yang berada di Jl. Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurut saksi mata warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya lahan kosong ini sebelumnya merupakan tanah pertanian seperti cabai dan kacang-kacangan.

"Tadinya ini tanah pertanian, seperti cabai dan kacang gitu. Tapi kan ini lahan disewakan, terus sekarang dipakai untuk menyimpan bus ini," katanya kepada Warta Kota, Senin (29/7/2019).

Dirinya menjelaskan beberapa bus Transjakarta ini sebenarnya masih ada yang bisa digunakan, sebab beberapa bus datang dengan keadaan dibawa oleh supir, namun juga beberapa ada yang diderek.

"Ada yang datangnya dibawa dan diderek. Jadi tidak semuanya rusak. Karena ada yang datang sendiri pakai sopir maksudnya masih bisa digunakan," ungkapnya lagi.

Lebih lanjut saksi mata yang sudah berada di lokasi sejak 2015 itu juga menurun informasi yang diketahuinya bus Transjakarta ini akan dilelang nantinya.

"Kalau dari infonya sih akan dilelang. Tapi tidak tahu juga sih ya," ucapnya singkat sambil melahap pisang goreng hangatnya.

Senada dengan saksi mata, RW 01 Kecamatan Dramaga, Asep Taufik juga membenarkan dulunya lahan kosong ini sering ditanami tanaman perkebunan.

Bahkan, sebelumnya Asep sempat berencana menjadikan lahan kosong seluas lebih dari 3 hektare ini sebagai perumahan baru di Dramaga.

"Iya memang dulunya ini ada perkembunan gitu cabai dan macam-macam. Tapi kami juga tidak tahu lahan ini sebagai apa detailnya. Tadinya malahan saya berencana membuat perumahan," beber Asep kepada Warta Kota secara terpisah.

Sementara itu menurut Camat Dramaga, Adi Henriyana bus sebanyak 300 unit yang terbengkalai ini merupakan aset milik perusahaan bernama PT Adi Teknik Ecopindo yang sedang pailit.

"Ini bukan punya suatu usaha, hanya sebatas penyimpanan aset dari satu PT yang pailit dan sekarang dikuasakan kepada kurator/pengacara Lumbang Tobing dan rekannya," kata Adi saat dihubungi Warta Kota, Senin (29/7/2019).

"Surat yang disampaikan kepada kami, mereka ini tidak perlu melakukan proses perizinan. Hanya sebagai tempat penyimpanan barang-barang atau aset sebuah perusahaan yang dinyatakan pailit, jelasnya. (M17)

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved