Selasa, 21 April 2026

Ada 9,7 Unit Smartphone di Indonesia Selama Kuartal II/2019, Siapa yang Mendominasi?

Menurut periset pasar IDC, pada periode itu mencapai 9,7 juta unit, naik 20 persen dibanding kaurtal I-2019.

pixabay
ILUSTRASI Smartphone 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Penjualan smartphone di Indonesia pada kuartal II-2019, memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Menurut periset pasar IDC, pada periode itu mencapai 9,7 juta unit, naik 20 persen dibanding kaurtal I-2019.

Dibanding kuartal yang sama tahun lalu, kenaikannya mencapai tiga persen.

Rekor ini memecahkan rekor yang sama pada kuartal II-2018, yang mengapalkan 9,5 juta unit.

Ini Manfaat Daun Kelor, Jangan Sembarang Memberikan Hasil Olahan Kepada Anak

Menurut analis IDC, Risky Febrian, kuartal II memang menjadi puncak pengapalan smartphone tiap tahunnya.

Tahun ini, kuartal kedua bertepatan dengan momen bulan Ramadan dan lebaran, serta libur sekolah, sehingga banyak vendor smartphone jor-joran memberikan diskon dan promosi untuk menarik konsumen.

Risky mengatakan, isu pemblokiran ponsel black market juga mempengaruhi tingginya pengapalan smartphone di Indonesia.

Angka Kelahiran Rendah, Ini Penyebab Wanita Korea Selatan Sulit Hamil

"Rencana ini lumayan memberikan efek ketakutan untuk konsumen, jadi mereka lebih pilih membeli yang legal (resmi), sehingga permintaan ponsel legal jadi lebih tinggi," ujar Risky, ketika dihubungi KompasTekno melalui sambungan telepon, Kamis (29/8/2019).

Samsung masih juara

Dalam riset IDC, Samsung masih menjadi jawara vendor smartphone di tanah air.

Pangsa pasar Samsung mencapai 27 persen tahun ini, stagnan dengan periode yang sama tahun lalu.

Buka Rekening Tabungan via Online, Daftar Bank untuk Buka Rekening Tanpa ke Kantor Cabang

Oppo menduduki posisi kedua dengan pangsa pasar 21,5 persen, naik dari periose yang sama tahun lalu sebesar 18 persen.

Vivo menempati urutan ketiga dengan pangsa pasar 17 persen, naik cukup signifikan dibanding tahun lalu sebesar 9 persen.

Xiaomi justru merosot ke nomor empat dengan pangsa pasar 16,8 persen.

Bekerja dari Rumah Kenapa Tidak? Berikut Tips Agar Kerja di Rumah Nyaman

Vendor asal China ini turun dari posisi kedua di periode yang sama tahun lalu dengan pangsa pasar 25 persen.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved