Sistem Pembayaran QR Code Banyak Digunakan, Bagaimana Nasib Kartu Uang Elektronik?
Bagaimana dengan nasib masa depan uang elektronik berbasis kartu yang sudah ada sebelum ada teknologi QR?
Bagaimana dengan nasib masa depan uang elektronik berbasis kartu yang sudah ada sebelum ada teknologi QR?
WARTA KOTA, PALMERAH--- Bank Indonesia sudah memperkenalkan sistem pembayaran berbasis Quick Response Indonesia Standardc (QRIS).
Dengan demikian pembayaran dengan berbasis QR akan semakin marak.
Bagaimana dengan nasib masa depan uang elektronik berbasis kartu yang sudah ada sebelum ada teknologi QR?
Thomas Wahyudi, Senior Vice President Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri, mengatakan, uang elektronik berbasis kartu dan layanan pembayaran QR code akan hadir secara bersama-sama menjadi pilihan masyarakat dalam melakukan transaksi non tunai dengan lebih mudah.
• Pernah Menang Lotre Rp 33 Miliar, Sekarang Kehidupan Seperti Ini
"Kami melihat ini (uang elektronik kartu dan platform) sebagai produk co-exist yang saling melengkapi untuk meningkatkan gerakan non tunai di Indonesia," kata Thomas seperti dikutip Kontan, Selasa (27/8/2019).
Oleh karena itu, Bank Mandiri masih akan tetap berupaya untuk mendorong transaksi lewat uang elektronik.
Caranya, Bank Mandiri akan meningkatkan kemudahan top up e-Money secara online melalui kerjasama dengan merchant-merchant online seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak dan Blibli yang telah berjalan.
• Kuota FLPP Hampir Habis, Bagaimana Nasib Rumah Bersubsidi?
Selanjutnya, fitur top up tersebut akan diperluas ke LinkAja yang akan segera diimplementasikan dalam waktu dekat.
Hingga Juli, jumlah kartu e-Money yang telah beredar telah mencapai 19 juta kartu dan sampai akhir tahun ditargetkan bisa mencapai 22 juta.
Adapun transaksi kartu ini dalam periode tujuh bulan pertama tersebut telah mencapai 670 juta dengan nilai Rp 9,4 triliun atau naik 17 persen secara year on year (yoy).
• Rumah Berusia 1 Abad, Begini Cara Surahmi Merawatnya
Hingga akhir tahun, transaksi e-Money ditargetkan mencapai 1,3 miliar.
Meskipun transaksi uang elektronik ini terus meningkat namun kontribusinya terhadap fee based income Bank Mandiri belum terlalu signifikan karena tujuannya lebih sebagai layanan kepada nasabah saja.
Pendapatan fee Bank Mandiri dari kartu ini didapat dari penjualan e-Money maupun biaya administrasi top up e-Money melalui berbagai merchant yang bekerjasama.
• Melirik 5 Destinasi Wisata di Penajam Paser Utara
Sementara PT Bank Central Asia Tbk belum bisa memperkirakan seperti apa masa depan uang berbasis kartu ini ke depan.