Rumah Berusia 1 Abad, Begini Cara Surahmi Merawatnya
Rumah Berusia 1 Abad yang berada di Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, tidak akan dijual pemiliknya.
Dia mengatakan, melalui pemberian kompensasi ini diharapkan pemilik rumah ikut melestarikan bangunan miliknya.
Tujuannya tidak mudah dijual ke orang lain serta menjadi contoh bagi para pemilik bangunan tradisional lainnya.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Menjaga dan merawat bangunan berusia lebih dari satu abad bukan perkara mudah.
Akan tetapi, Surahmi (65), warga Karanganom 2, Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, merawat rumah berasitektur joglo ini hanya dengan cara sederhana.
Dari pengamatan di lokasi, rumah sederhana ini masih menunjukkan kegagahannya meski beberapa bagian sudah rusak.
Hampir seluruh bagian rumah warisan yang dibangun sejak 1918 ini terbuat dari kayu.
• Ada 5 Saran Warren Buffett Agar Sukses dalam Jalankan Bisnis
Sementara lantainya terbuat dari batu putih yang dibuat menjadi tegel.
Surahmi menceritakan, rumah itu dibangun oleh kakeknya bernama Tanurejo pada 1918.
Saat itu, sang kakek merupakan kawituwo atau perangkat desa.
Rumah diwariskan ke Suwito Rejo, yang tak lain ayahnya.
• Melirik 5 Destinasi Wisata di Penajam Paser Utara
Saat ini rumah diwariskan kepada Suyata, kakaknya, yang tinggal di Kota Yogyakarta.
"Sekitar tahun 1940-an dulu dipakai untuk sekolah rakyat," kata Surahmi saat ditemui di tempat tinggalnya, baru-baru ini.
Merawat bangunan yang berumur satu abad itu pun tak sulit.
Dia menyebut sehari-hari cukup dibersihkan.
• 9 Aktivitas Wajib saat Berwisata di Osaka
"Tahun kemarin sempat ganti rusuk atapnya," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rumah-joglo_akj.jpg)