Rabu, 29 April 2026

Pembunuhan

Kasus Ayah dan Anak Diracun dan Dibakar di Dalam Mobil, Polisi Beberkan Proses Identifikasi Jenazah

Terkait kasus ayah dan anak tewas dibakar di dalam mobil ini mudah lantaran melalui proses identifikasi jenazah Pupung dan Dana.

Tayang:
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: PanjiBaskhara
Kompas.com/BUDIYANTO
Proses olah tempat kejadian perkara temuan dia jenazah dalam mobil terbakar oleh anggota kepolisian di Cidahu, Sukabumi,Jawa Barat, Minggu (25/8/2019). 

Menurut Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Kombes Edy Purnomo, soal kasus pembunuhan ayah dan anak, Edi Chandra Purnama alias Pupung (54) dan M Adi Pradana alias Dana (23), terungkap.

Terkait kasus ayah dan anak tewas dibakar di dalam mobil ini mudah lantaran melalui proses identifikasi jenazah Pupung dan Dana.

Namun polisi tetap harus memastikan jasad hangus terbakar di dalam mobil di Sukabumi tersebut, merupakan jasad Pupung dan Dana.

Sehingga dilakukan indentifikasi mayat Pupung dan Dana melalui proses sinkronisasi data ante mortem dan post mortem yang tak memakan banyak waktu.

Polisi Sebut Proses Penetapan Tersangka Kasus Pemberian Obat Kedaluwarsa ke Pasien Hamil Butuh Waktu

Pemeriksaan Pelaku Kasus Pemberian Obat Kedaluwarsa Kepada Pasien Hamil, Polisi: Proses Penyelidikan

RedDoorz Dapat Suntikan Investasi Sebesar 115 Juta Dolar Amerika

"Sudah menjurus, jadi lebih cepat. Enggak sampai satu pekan. Dalam beberapa hari ini akan keluar hasilnya," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Selasa (27/8).

Proses identifikasi juga dilakukan lantaran jasad keduanya yang dibakar dalam mobil telah nyaris menjadi arang.

Oleh sebab itu, pihaknya telah memanggil keluarga korban untuk proses pengambilan data ante mortem berupa DNA sejak Senin (26/8) lalu.

"Keluarga sudah datang sejak semalam, sekira pukul 21.00 WIB. Keluarga diarahkan untuk berkoordinasi dengan Polres Sukabumi. Pagi ini pihak keluarga datang kembali ke rumah sakit," ungkapnya.

Kontrak di PSIS Semarang Hanya Sampai Agustus, Silvio Escobar Kembali ke Persija?

Update Bursa Transfer Pemain Liga 1 2019, Persib Bandung Boyong Kiper PSS Sleman

Anak Mendiang Ustaz Arifin Ilham Ditanya Soal Poligami Langsung Umbar Senyuman

Data ante mortem merupakan data sebelum korban meninggal dunia dan kerap digunakan dalam proses identifikasi korban bencana atau kecelakaan.

Edy menuturkan data ante mortem didapat dari keluarga Pupung dan Dana yang masih memiliki hubungan darah sehingga dapat memastikan identitas korban.

Data tersebut nantinya disandingkan dengan data post mortem atau data medik setelah korban meninggal sampai akhirnya berhasil diidentifikasi.

"Pihak keluarga yang datang ada Kakak, nenek, mantan istri, dan beberapa lagi"

Luncurkan Album Perdana, Widya Siregar Obati Kerinduan Penikmat Lagu Nostalgia Klasik di Indonesia

Battle of The Toys 2019 akan di Meriahkan Aktor Ultraman Orb dan Ranger Merah

Perankan Pria Berpoligami, Aryo Wahab Diwanti-wanti Istri

"Diambil data antemortem, diambil DNA untuk menentukan korban ini keluarganya atau bukan," ujarnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved