Berita Jakarta

Tidak Hadiri Pelantikan, Calon Anggota DPRD DKI Tidak Akan Dapat Gaji, Tunjangan, dan Fasilitasnya

Bila ada calong anggota DPRD yang tidak mengikuti pelantikan, maka yang bersangkutan tidak mendapatkan segala fasilitas, termasuk gaji dan tunjangan.

Tidak Hadiri Pelantikan, Calon Anggota DPRD DKI Tidak Akan Dapat Gaji, Tunjangan, dan Fasilitasnya
Wartakotalive.com/Dwi Rizki
Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta M Yuliadi 

PELANTIKAN anggota dewan periode 2019-2024 yang rencana digelar di Ruang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta pada Senin (26/8/2019) ini sangat penting.

Pasalnya, bila tidak mengikuti pelantikan anggota DPRD DKI, calon anggota dewan tersebut tidak mendapatkan segala fasilitas hingga gaji dan tunjangan.

Demikian Sekretaris DPRD DKI Jakarta M Yuliadi saat ditemui di gedung DPRD DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2019).

Tampil di Buku Komik Legendaris Tintin, Ini Pesan Megawati Soal Bandara Kemayoran Jakarta

The Daddies Juara Dunia 2019, Hendra Setiawan Samai Rekor Liliyana Natsir

"Total calon anggota dewan yang akan dilantik besok (Senin ini) ada 106, sekitar 65 persennya itu anggota dewan baru. Diharapkan semuanya dapat hadir karena akan dicatat dan telah resmi sebagai anggota dewan periode 2019-2024," tuturnya

"Apabila terdapat anggota dewan yang tidak hadir dan belum dilantik, mereka belum mendapatkan haknya sebagai anggota dewan," tambah Yuliadi.

Lalu kapan dan oleh siapa dilantiknya? Menurut dia, mereka dilantik oleh Ketua DPRD baru yang terpilih oleh anggota periode baru tersebut (2019-2024).

Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta baru tersebut, kata Yuliadi, dipilih dari hasil votting anggota DPRD yang periode 2019-2024.

Ketua DPRD DKI Jakarta sementara Pantas Nainggolan dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sementara Syarif akan memimpin pelantikan hingga pembuatan tata tertib sekaligus panitia pemilihan Ketua dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta baru.

Terkait hal tersebut, dirinya berharap agar proses pembuatan tata tertib hingga panitia pemilihan Ketua dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 berjalan mulus.

Tidak seperti pemilihan Ketua dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta pada tahun 2014 silam.

Sebab bukan hanya dapat segera melantik calon anggota DPRD DKI Jakarta terpilih yang belum dilantik, tetapi juga melaksanakan pembahasan sekaligus pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun anggaran 2020.

"Kalau berkaca dulu, tahun 2014 itu kan tarik menariknya kenceng, sekitar tiga sampai empat bulan. Saya berharap agar prosesnya (pemilihan Ketua dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta) bisa cepet, karena kan kita butuh juga dengan mereka-mereka itu untuk pembahasan APBD 2020 kan, karena makin lambat, makin lambat juga pelaksanaannya (program)," ungkap Yuliadi.

"Terpenting adalah pimpinan terbentuk, jadi bisa melantik yang baru. Karena kalau belum dilantik, SK-nya (Surat Ketetapan) belum berlaku, take home pay-nya juga tidak dapat diterima sampai setelah pelantikan, karena ada berita acaranya dan diakui nantinya," jelasnya.

Terkait anggota DPRD DKI Jakarta yang tidak dapat menghadiri pelantikan, Yuliadi menyebutkan terdapat dua orang politisi. Keduanya diungkapkan tengah menjalani ibadah haji saat ini.

"Satu orang dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), satu lagi saya tidak ingat. Mereka itu nanti ikut pelantikan susulan," tuturnya. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved