Jumat, 8 Mei 2026

Cuma Ada Delapan Perempuan di DPRD Kota Bekasi Periode 2019-2024, Ini Kata Ketua Sementara

DPRD Kota Bekasi periode 2019-2024 yang baru dilantik, diisi oleh orang-orang dari beragam latar belakang agama.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam |
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Sebanyak 50 anggota DPRD Kota Bekasi terpilih masa jabatan 2019-2024 dilantik, Senin (26/8/2019). 

DPRD Kota Bekasi periode 2019-2024 yang baru dilantik, diisi oleh orang-orang dari beragam latar belakang agama.

Hal ini tentunya menjadi suatu hal baru yang pernah terjadi.

Anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019-2024 ada yang beragama Buddha, Kristen Protestan, Kristen Katolik, maupun Islam.

Ini Daftar Nama 50 Anggota DPRD Kota Bekasi Periode 2019-2024

"Meskipun masih mayoritas Agama Islam, tapi itu menandakan kehidupan masyarakat di Kota Bekasi kehidupannya heterogen," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, seusai pelantikan, Senin (26/8/2019).

Rahmat Effendi menilai sudah tumbuh pemahaman dalam masyarakat tentang keberagaman.

"Kita bersyukur, terus kita kembangkan ini, karena Bekasi ini terbuka untuk masyarakat luas," katanya.

Kemungkinan Tak Ada Kepala Daerah di Ibu Kota Negara Pengganti Jakarta, Ini Tujuannya

Meski begitu, komposisi anggota DPRD Kota Bekasi masih minim perempuan.

Total, hanya ada delapan perempuan di DPRD Kota Bekasi.

"Itu kan kembali lagi kepada masyarakat, idealnya 30 persen," ujar Saifudaulah, Ketua DPRD Kota Bekasi sementara, kepada awak media, Senin (26/8/2019).

LIVE STREAMING Pengumuman Lokasi Ibu Kota Negara Pengganti Jakarta, Kalimantan Timur Atau Bukan?

Minimnya keterwakilan perempuan di DPRD Kota Bekasi bukan karena salah partai.

Banyak partai yang sudah mengusung dua hingga tiga perwakilan perempuan di setiap Daerah Pemilihan (Dapil).

"Seperti dari partai saya PKS, tapi kan tetap kembali lagi ke masyarakat, kecuali dengan sistem tertutup," jelasnya.

Ini Tiga Penyebab Aktivitas Gempa di Kalimantan Paling Rendah Sehingga Cocok Jadi Ibu Kota

Minimnya keterwakilan perempuan di legislatif Kota Bekasi, kata Saifudaulah, tidak akan mengganggu.

"Tidak lah, masukan itu kan tidak hanya dari dewan, tapi dari masyarakat luar sampaikan aspirasi."

"Contoh soal Perda perempuan kan bisa tanya komunitas perempuan dan lainnya," paparnya.

Pemeriksaan Kesehatan 20 Calon Pimpinan KPK Pakai Standar Capres-Cawapres

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved