Ibu Kota Pindah

Ini Tiga Penyebab Aktivitas Gempa di Kalimantan Paling Rendah Sehingga Cocok Jadi Ibu Kota

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan Kalimantan adalah satu-satunya pulau di Indonesia dengan tingkat aktivitas kegempaan r

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com/Markus Yuwono
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (jilbab putih) dan Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta Reni Kraningtyas saat ditemui di sela memantau longsor di wilayah Imogiri, Bantul, Yogyakarta Senin (18/3/2019). 

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan Kalimantan adalah satu-satunya pulau di Indonesia dengan tingkat aktivitas kegempaan relatif paling rendah.

Hal itu terkait rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, meskipun di Kalimantan terdapat struktur sesar dan memiliki catatan aktivitas gempa bumi.

Sekolah Diliburkan karena Imigran Tawuran, Oang Tua Murid Minta Pencari Suaka Dipindahkan

Tapi, secara umum wilayah Pulau Kalimantan masih relatif lebih aman jika dibandingkan daerah lain di Indonesia.

"Seperti Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua yang memiliki catatan sejarah gempa merusak dan menimbulkan korban jiwa sangat besar," ujar Dwikorita Karnawati di Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

Dikutip dari laman bmkg.go.id, Dwikorita memaparkan, kondisi seismisitas Pulau Kalimantan yang relatif rendah ini berdasarkan sejumlah fakta.

Transportasi Umum Juga Bakal Beralih Pakai Tenaga Listrik, Dimulai dari Transjakarta

Di antaranya, pertama, wilayah Pulau Kalimamtan memiliki jumlah struktur sesar aktif yang jauh lebih sedikit daripada pulau-pulau lain di Indonesia.

Kedua, wilayah Pulau Kalimantan lokasinya cukup jauh dari zona tumbukan lempeng (megathrust).

Sehingga, suplai energi yang membangun medan tegangan terhadap zona seismogenik di Kalimantan tidak sekuat akumulasi medan tegangan zona seismogenik yang lebih dekat zona tumbukan lempeng.

Roy Suryo Setuju Mobil Listrik Jadi Kendaraan Wajib Pejabat Negara, Bisa Dimulai di Ibu Kota Baru

Ketiga, beberapa struktur sesar di Kalimantan kondisinya sudah berumur tersier, sehingga segmentasinya banyak yang sudah tidak aktif lagi dalam memicu gempa.

Untuk mengantisipasi bencana, khususnya di wilayah pesisir Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan yang berhadapan dengan sumber gempa.

Maka, menurutnya perlu disusun strategi mitigasi bencana dengan menyiapkan tata ruang pantai agar masyarakat pesisir lebih aman.

Satpol PP Kota Bandung Ungkap Reaksi Aceng Fikri Saat Diciduk Bareng Istrinya di Hotel

"Tata ruang pemanfaatan daerah pesisir harus berbasis mitigasi bencana."

"Ini penting guna mengantisipasi bencana tsunami di pantai rawan tsunami dan tangguh menghadapi tsunami," ulasnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved