Sabtu, 11 April 2026

Berita Tangerang

Curhat Ibu dari Mayat Bocah Digendong: Kok Tega Ya Kayak Gitu, Harusnya Ambulans Bisa Melayani

Setelah anaknya itu meninggal, keluarga korban ditolak mendapatkan pelayanan di Puskesmas Cikokol, Kota Tangerang.

Wartakotalive/Andika Panduwinata
Maysaroh ibu dari Husein yang tenggelam di Sungai Cisadane dan ditolak Puskesmas Cikokol untuk meminjam ambulans 

Raut wajah Maysaroh muram saat berada di kediamannya RT 03 / RW 05 Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Minggu (25/8/2019).

Maysaroh baru saja ditinggal puteranya bernama Husein, bocah tenggelam di Sungai Cisadane, Kota Tangerang.

Bocah berusia 8 tahun itu tewas tenggelam di Sungai Cisadane pada Jumat (23/8/2019) kemarin.

Jenazah Bocah Tenggelam Diterlantarkan Puskesmas, Begini Respon Wali Kota Tangerang

Maysaroh kini hanya dapat melihat wajah buah hatinya ini lewat foto yang disimpan olehnya.

Duka pun semakin berkecamuk dalam diri Maysaroh mengingat kepergian Husein.

Setelah anaknya itu meninggal, keluarga korban ditolak mendapatkan pelayanan di Puskesmas Cikokol, Kota Tangerang.

Paman korban bernama Supriyadi meminta pelayanan ambulans di Puskesmas tersebut untuk membawa ke rumah duka.

VIDEO: Dua Bocah Hanyut di Sungai Cisadane, Satu Orang Belum Ditemukan

Namun permintaan itu ditolak oleh pihak Puskesmas Cikokol lantaran terbentur standar operasional prosedur (SOP) yang diberlakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

"Kami sangat kehilangan, ditambah lagi dengan adanya kejadian itu," ujar Maysaroh bernada lirih.

Perempuan yang mengenakan jilbab biru muda itu pun semakin tak kuasa menahan pedih.

Saat jenazah Husein hanya dibalut sehelai kain dan dibawa berjalan kaki dengan pamannya ini.

"Kok ada ya yang tega seperti itu. Keluarga pada kecewa, harusnya ambulans melayani dalam keadaan seperti ini," ucapnya tampak sendu.

Menurutnya, bagaimana jika nasib tersebut terjadi kepada anggota keluarga lainnya.

Mayat Husein dibawa pamannya dengan jalan kaki setelah ditolak Puskesmas Cikokol

Supriadi bahkan sempat menaiki jembatan penyebrangan orang (JPO) ketika menggotong tubuh Husein lantaran tak mendapat ambulans dari Puskesmas tersebut.

"Alhamdulillah ada orang baik yang nolong. Saya sudah ikhlas dengan kepergian anak saya," kata Maysaroh berupaya untuk tegar.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved