KPAI Bertekad akan Mengawal Kasus Persekusi yang Dialami Siswi SMK di Bekasi Sampai Tuntas

Jadi, motifnya ini berkenaan masalah perebutan pacar, DL marah karena pacarnya ini sempet ketahuan chating-chatingan dengan dengan korban.

KPAI Bertekad akan Mengawal Kasus Persekusi yang Dialami Siswi SMK di Bekasi Sampai Tuntas
Warta Kota/Muhammad Azzam
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendatangi tempat korban persekusi bersekolah di SMK yang terletak di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Jumat (23/8/2019). 

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bakal mengawasi dan mengawal kasus tindak persekusi yang dialami oleh siswi SMK di Kota Bekasi hingg tuntas.

Hal itu diungkapkan Komisioner KPAI, Retno Listyarti, saat mengunjungi tempat korban bersekolah di SMK Teknologi Nasional di Jalan Irigasi II, Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (23/8/2019).

Retno menuturkan, pihaknya akan memperhatikan hak-hak korban, mulai dari keamanan, hak atas pendidikan dan hak atas rehabilitasi psikologis.

"Kita juga sudah komunikasi ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) agar korban dapat perlindungan sampai proses hukum selesai," ucap dia.

Retno mengungkapkan tak hanya dari pihak korban, termasuk pelaku yang masih di bawah umur ini juga menjadi perhatiannya.

Baik pendidikan maupun proses hukum yang akan dijalaninya.

"Nampaknya, kan korban engga mau berdamai, otomatis proses hukum akan tetap berjalan. Maka kita awasi penanganan Polres untuk menggunakan peradilan anak," ucap Retno.

Retno menyebut pihaknya terus mendorong upaya diversi.

Namun, jika tidak bisa artinya proses hukum tetap berlanjut.

"Harus didorong diversi, hakim sendiri pun kalau ini masuk pengadilan minta diversi dulu.

Memang begitu, dalam sebuah mekanisme dalam sistem peradilan anak, tapi kalau korban enggak mau ya diversi artinya proses hukum harus berlanjut," katanya.

Polres Metro Bekasi Kota menangkap tiga pelaku penyeroyokan terhadap GL (16) siswi SMK di Kota Bekasi, pada Kamis (22/8/2019).

Tiga pelaku yang ditangkap itu berinsial DL (18), AY (16) dan PT (18). Mereka terdiri dari alumni tempat GL bersekolah, kakak kelas, maupun orang luar sekolah.

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana mengatakan para pelaku melakukan tindakan persekusi atau penyeroyokan karena menilai GL merebut pacaranya.

"Jadi, motifnya ini berkenaan masalah perebutan pacar, DL marah karena pacarnya ini sempet ketahuan chating-chatingan dengan dengan korban," ujar Eka kepada awak media di Mapolrestro Bekasi Kota, Kamis (22/8/2019).

Atas hal tersebut, DL mengajak temannya yakni AY yang merupakan kakak kelas korban dan PT orang luar untuk melakukan tindak persekusi tersebut.

Korban diajak ke taman di Jalan Irigasi II, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, tak jauh dari lokasi sekolah.

"Setelah korban datang ke taman itu, langsung di persekusi langsung di aniaya. Korban dijambak, ditendang, dan ditampar pipinya pakai sandal berkali-kali," jelas Eka.

Hingga saat ini kondisi korban GL masih dalam keadaan trauma dan masih dalam penanganan pihak KPAD Kota Bekasi.

"Korban masih trauma dan tidak mau sekolah. Masih dalam tahap pemulihan teman-teman dari KPAD," kata Eka.

Eka menyebut para pelaku dan korban sedang melakukan proses mediasi dari KPAD Kota Bekasi dan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi.

"Pihak KPAD, DP3A dengan pihak orang tua pelaku, korban, dan sekolah juga sedang berupaya untuk diversi yang berkaitan dengan kasus ini," jelas Eka.

Adapun proses hukum ketiga pelaku ini tetap berjalan. Ketiga pelaku sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

"Tiga pelaku sudah ditahan dan ditetapkan tersangka, kemudian proses sidik lanjut. Untuk diversi sedang diupayakan," paparnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka itu dijerat Pasal 80 Undang-undang RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun.

Sebelumnya, siswi SMK berinisal GL (16) di Kota Bekasi menjadi korban penyeroyokan oleh kakak kelas dan alumni sekolahnya.

GL yang merupakan siswi kelas 10 SMK yang berlokasi di Jalan Irigasi Baru II, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Adapun kejadian persekusi atau penyeroyokan itu terjadi di taman tak jauh dari sekolah pada Rabu, (14/8/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved