Rusuh Papua
Mahfud MD Minta Semua Pihak Merajut Persatuan Saat Dia Menyikapi Konflik Papua
Konflik di Papua dinilai menjadi bukti adanya kesenjangan pemahaman dan hubungan di antara anak bangsa.
"Pemerintah harus mengontrol program-program dan kebijakannya agar terimplementasi."
"Kadang, kepotong di bawah saja, padahal kebijakan sudah jelas untuk Papua bagian dari kita dan harus dijaga," tambahnya.
Kesenjangan yang telah ada katanya harus dihilangkan lewat beragam program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.
Pelaku SARA dan diskriminasi harus ditindak karena menurutnya sangat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
"Karena rasis itu berbahaya bagi persatuan karena menghina kemanusiaan, kuncinya itu adalah dignity, martabat warga Papua," kata dia.
Untuk menyikapi konflik Papua Gerakan Suluh Kebangsaan bersama para tokoh bangsa menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan berpartisipasi aktif dalam menciptakan suasana kondusif di Papua. Pemerintah termasuk TNI-Polri perlu mengedepankan dialog konstruktif bersama tokoh-tokoh Papua untuk mencari jalan keluar terbaik demi kepentingan masyarakat Papua dan NKRI.
Selain itu, semaksimal mungkin pemerintah mengambil tindakan damai yang cepat, terencana dan tepat sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku sehingga tidak jatuh korban lagi serta menindak tegas oknum pelaku rasisme yang memicu kerusuhan dan mencegah terjadinya lagi kejadian serupa.
"Semua komponen bangsa selalu menjunjung tinggi persamaan derajat sebagai sesama bangsa Indonesia, mencegah terjadinya tindakan diskriminatif, menghargai local values," katanya.
• Warga Mendesak Pemprov DKI Pindahkan Imigran Setelah Pecahnya Kericuhan di Penampungan Pencari Suaka
Usai menyampaikan pernyataan sikap, sejumlah tokoh agama dan tokoh nasional bergandengan tangan sebagai bentuk simbol persatuan.
Sejumlah tokoh tersebut antara lain Hj Shinta Nuriyah Wahid, Prof Mahfud MD, Manuel Kaissepo, Michael Manufandu, Simon Morin, Michael Jakarimilena, Ari Kriting, Haedar Nasir dan Budi Kuncoro.
Selain itu, hadir Prof Quraish Shihab, Prof Alwi Shihab, Prof Konarudin Hidayat, Rm Frans Magnis Suseno, Pdt Gimar Gultom, Alissa Wahid, Siti Ruhaini Dzuhayati, Acmad Suaedy, Karlina Suppeli, Rm Beny Susetyo dan Rikard Bagun.
Tokoh Agama dan tokoh nasional menyatakan sikap persatuan dan perdamaian atas konflik Papua di Hotel Sahid, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (23/8/2019).
• Polisi Mengungkap Wanita yang Setengah Tidak Berbusana Bisa Dikenakan dengan Pasal Pidana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/atas-konflik-papua-jumat.jpg)