Idul Adha
Pengungsi dan Pencari Suaka dari Timur Tengah Juga dapat Daging Kurban, Tapi Bukan Dimasak Chef
Hasil olahan daging kurban ini dimasak langsung oleh Dinas Sosial di dapur umum, mereka tidak mendapatkan daging olahan seperti layaknya warga DKI
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ahmad Sabran
Pemerintah DKI Jakarta membagikan daging kurban dengan cara yang berbeda, di tahun ini Pemprov DKI membagikan daging olahan yang sudah di masak oleh para chief yang bekerja di hotel berbintang.
Kini masyarakat langsung dapat menikmati daging hewan kurban dengan sentuhan tangan para koki-koki handal yang tentu memiliki cita rasa tersendiri.
Namun, meski sama-sama mendapatkan daging hewan kurban olahan, nasib para pencari suaka di Kalideres sangat berbeda jika dibandingkan dengan warga DKI Jakarta yang mendapatkan daging olahan hasil masakan para chief di hotel berbintang.
Hasil olahan daging kurban ini dimasak langsung oleh Dinas Sosial di dapur umum, mereka tidak mendapatkan daging olahan seperti layaknya warga DKI yang mendapatkan daging olahan dari koki handal.
• Penetapan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Bakal Molor Karena Gugatan
Para pencari suaka ini mendapatkan daging kurban olahan yang digabungkan dengan waktu jam makan siang dan malam. Pemberian daging hewan kurban ini sudah dilakukan sejak kemarin dengan membagikan sebanyak 1.300 bungkus makan siap saji.
Dengan mengunakan sterofom sebagai wadah tempat makan, para pencari suaka mendapatkan jatah satu nasi boks, hal ini seperti pemberian jatah makan pada umumnya.
Di dalam boks itu terdapat 4 jenis makanan, yaitu Nasi, Mie, satu buah tempe dan 4 buah daging sapi berukuran 3 centimeter yang sudah diolah menjadi rendang, dan perlengkapan makan sendok plastik.
Rasa masakan daging olahan itu layaknya rendang pada umumnya, tidak ada hal yang berbeda, hanya tektur daging juga sedikit lebih lembut. Tidak ada citrasa berbeda ketika mencoba memakan makanan itu.
• VIDEO: KPU DKI Gelar Penetapan DPRD DKI Jakarta, PDI P Kuasai Kebon Sirih
Salah satu pencari suaka, Alikan (36) mengatakan jika menu dua hari ini cenderung berbeda pada beberapa hari sebelum, jika biasanya menu yang didapat hanya ayam, ikan, dan telur, dua hari ini ia dan beberapa pencari suaka lain mendapatkan menu daging.
"Biasanya kami hanya mendapatkan ikan, telur dan ayam. Untuk dua hari ini berbeda kita dapat daging. Tapi hanya itu yang beda, yang lain sama tempe atau tahu, yang kami dapat," kata Alika seorang pengungsi saat ditemui, Senin (12/8/2019).
• VIDEO: Hotel Borobudur Sajikan 800 Box Nasi Rendang untuk Program Dapur Kurban Pemprov DKI
Menurutnya rasa yang didapat tidak jauh berbeda dengan makanan sebelumnya, meskipun ada daging yang sudah diolah menjadi rendang dalam makan siangnya hari ini. Alika mengaku sejak 7 tahun berada di Indonesia ia tak pernah lagi berkurban.
"Mungkin ini bertepatan dengan hari raya idul adha jadi kita makan daging. Menurut saya rasanya biasa saja tidak begitu istimewa," ujarnya.
Terpisah, ketua Tagana Jakarta Barat, Idris mengatakan para pencari suaka mendapatkan daginf hewan kurban, namun telah di olah menjadi makanan siap santap yang diberikan saat jam makan siang dan malam.
"Jadi ini daging kurban yang sudah di olah oleh Dinas Sosial. Karena kalo mentah mereka tidak punya alat masak. Jadi kita siapkan makanan siap santap," kata Idris.
• VIDEO: Bebas Sementara Dari Tahanan, Jefri Nichol Direhabilitasi
Jumlah makanan siap santap yang dikirim ke para pencari suaka ini berjumlah 1.300 porsi setiap pengiriman. Total dua kali pengiriman berjumlah 2.600 porsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/seorang-pencari-suaka-m.jpg)