Cara Pertamina Tangani Tumpahan Minyak Diapresiasi

Cara Pertamina Tangani Tumpahan Minyak Diapresiasi. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Cara Pertamina Tangani Tumpahan Minyak Diapresiasi
Warta Kota/Muhammad Azzam
(ilustrasi)Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi yang terkena imbas tumpahan minyak Pertamina, Rabu (7/8/2019). 

PENANGANAN tumpahan minyak dari sumur YYA-1 oleh PT Pertamina (Persero) dinilai sangat baik.

Sejumlah kalangan mengapresiasi cara penanganan tumpahan minyak di area Pertamina Hulu Energi di Blok Offshore North West Java (PHE ONWJ). 

"Sepanjang yang kami ikuti perkembangan penanganan tumpahan minyak oleh Pertamina, kami harus acungi jempol terhadap kecepatan dan kesigapan Pertamina termasuk memberikan ganti rugi sosial terhadap masyarakat terdampak terutama nelayan,” kata Pengamat Energi dari Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (10/8/2019).

Menlu Retno: Diaspora Indonesia Mampu Tingkatkan Kualitas SDM Tanah Air

Ferdinand mencatat Pertamina telah melakukan tindakan cepat sejak peristiwa terjadi 12 Juli lalu.

Pertamina kini telah mengirimkan kapal dan oil boom untuk menangani tumpahan minyak.

"Kita berharap agar penutupan sumur bisa segera dilakukan paling lama 2 bulan kedepan. Kita dukung Pertamina untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik,” ujar Ferdinand.

Kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kata Ferdinand, jangan mengedepankan kekuasaan untuk kemudian menambah beban bagi Pertamina dengan tuntutan ganti rugi segala macam.

Pengeboran Sumur Baru untuk Tutup Tumpahan Minyak Pertamina, Baru Capai 22 Persen

"Seharusnya KLHK mensuvervisi Pertamina untuk menyelamatkan lingkungan, bukan malah berniat mengajukan ganti rugi yang akan jadi beban baru bagi Pertamina,” cetus Ferdinand.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesian Club, Gigih Guntoro mengemukakan, peristiwa tumpahan blok ONWJ merupakan kejadian teknis di kilang offshore yang direspon cepat oleh Pertamina.

Menurutnya, Pertamina mampu mengkonsolidasi tim internal dan melibatkan nelayan untuk bergerak cepat bahu membahu mengevakuasi minyak tersebut.

Halaman
12
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved