Liga 1

Polisi Menahan Delapan Pemuda dalam Bentrokan antara Jakmania Melawan Suporter PSM Makassar

Penelusuran tersebut katanya cukup menyulitkan lantaran pelaku penyerangan tidak hanya berasal dari wilayah sekitar bentrokan.

Warta Kota/Dwi Rizki
Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar memaparkan hasil penyelidikan terkait kasus bentrokan antara Jakmania dengan suporter PSM Makassar di Kafe Komandan kepada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (9/8/2019). 

Buntut bentrokan yang terjadi antara Jakmania dengan suporter PSM Makassar di Kafe Komandan, Jalan Abdul Syafei, Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu (7/8/2019) lalu, berujung dengan sejumlah penangkapan.

Tercatat, ada sebanyak delapan orang pemuda yang ditetapkan sebagai biang keladi tawuran.

Penangkapan tersangka tersebut diungkapkan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar berdasarkan penelusuran yang dilakukan pihaknya pasca tawuran yang menghancurkan Kafe Komandan, sejumlah kendaraan serta melukai suporter PSM Makasar.

Dalam penyelidikan, pihaknya mendapati sembilan orang Jakmania yang diketahui berada di lokasi kejadian.

Namun, satu di antaranya dilepaskan karena tidak terbukti melakukan penyerangan terhadap suporter PSM Makasar yang tengah merayakan kemenangan.

Delapan orang tersangka tersebut antara lain GDP (24), SF (18), FR (18), S (19), TR (19), N (18), AS (15) dan MRS (17).

Seluruh pemuda itu katanya terbukti dengan sengaja melakukan penyerangan suporter PSM Makasar di lokasi kejadian.

"Awalnya, kita tetapkan sembilan orang tersangka, setelah dilakukan pendalaman akhirnya kita hanya tetapkan delapan orang."

"Dua di antaranya ini justru adik-kakak, inisialnya GDP dan S," ungkap Kombes Indra kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (9/8/2019).

Penelusuran tersebut katanya cukup menyulitkan lantaran pelaku penyerangan tidak hanya berasal dari wilayah sekitar bentrokan, tetapi sebagian diketahui anggota Jakmania yang tengah melintas.

"Delapan orang ini ditangkap di beberapa lokasi berbeda di minimarket dekat lokasi, ada juga di rumah kontrakan yang beralamat di Jalan Keselamatan Ujung dan Jalan Bali Matraman, Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan," katanya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut, seluruh tersangka kini mendekam di sel tahanan Mapolres Jakarta Selatan.

Mereka dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar memaparkan hasil penyelidikan terkait kasus bentrokan antara Jakmania dengan suporter PSM Makassar di Kafe Komandan kepada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (9/8/2019).
Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar memaparkan hasil penyelidikan terkait kasus bentrokan antara Jakmania dengan suporter PSM Makassar di Kafe Komandan kepada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (9/8/2019). (Warta Kota/Dwi Rizki)

Polisi Tak Bisa Mengambil Sampel Sidik Jari 3 Korban yang Tewas Terbakar karena Kondisi Mayat Rusak

Dishub DKI Ungkap Penggandaan Pelat Kendaraan Bisa Dijerat Pidana Pemalsuan dan Terancam Pidana Bui

Orangtua Korban Geram Melapor ke Polres Tangsel karena Kasus Pelecehan yang Dilakukan Begal Payudara

Proses mediasi yang terjadi pasca bentrokan suporter Persija dengan PSM Makassar di Kafe Komandan di Jalan Abdul Syafei, Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (6/8/2019) malam mengalami ketegangan.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar bahkan membentak suporter PSM Makassar lantaran tidak dapat diatur.

Kejadian tersebut terlihat saat mediasi antara suporter PSM Makassar dengan sejumlah koordinator suporter Persija yang diundang ke lokasi kejadian pada sekira pukul 20.00 WIB.

Mediasi yang dipimpin langsung oleh Kombes Indra Jafar itu berlangsung alot, lantaran sejumlah suporter PSM Makassar menuduh Jakmania sebagai biang keladi keributan.

Puluhan suporter PSM Makassar yang berada di lokasi menunjuk dan memaki koordinator Jakmania yang hadir.

Aksi saling tunjuk pun terjadi hingga keributan mulut terjadi.

Kombes Indra Jafar yang jengah melihat aksi suporter PSM Makassar akhirnya berteriak kepada seluruh pihak untuk diam. Namun, teriakannya berulang kali justru tidak diindahkan hingga akhirnya dirinya naik ke atas meja dan menunjuk satu per satu suporter PSM Makasar yang masih beragumen.

"Semuanya diam!!! Ikuti perintah saya!!!," teriak Kombes Indra Jafar dari atas meja.

Tidak berselang lama usai peringatan disampaikan, seluruh suporter PSM Makassar terdiam, mediasi pun berakhir dengan kesimpulan untuk mengakhiri keributan. 

 Kombes Indra Jafar Terjun untuk Membubarkan Massa Terkait Pecahnya Bentrok Pendukung Persija dan PSM

 Farhat Abbas Berang Tahu Kliennya Dimasukkan Sel Tikus dan Berencana Lapor ke Dirtahti PMJ ke Propam

 Kepolisian Polda Metro Jaya Santai Saja Sikapi Rencana Farhat Abbas Melapor ke Propam

Jadwal pertandingan dan siaran langsung Indosiar lanjutan pekan 2 Shopee Liga 1 2019 Jumat (24/5/2019) malam ini kan mempertemukan Barito Putera vs Madura United.

Pertandingan Barito Putera vs Madura United bakal digelar di Stadion 17 Mei Banjarmasin pukul 20.30 WIB.

Laga Barito Putera vs Madura United dijadwalkan disiarkan langsung di Indosiar dan bisa live streaming di Vidio.com premier, seperti dikutip dari laman Instagram resmi mereka.

Di laga kali ini akan mempertemukan dua sahabat yang membela klub berebeda.

Winger Madura United Andik Vermansyah bakal bentrok dengan sahabatnya yang memperkuat Barito, Evan Dimas.

Kedekatan keduanya secara blak-blakan disampaikan Andik di depan awak media saat sesi Pre Match Press Conference.

Andik mengibaratkan ia dan Evan sebagai duo sejoli.

 Klasemen Sementara Shopee Liga 1 2019 Pekan Ke-2, Kalah 0-2 Arema FC Tempati Posisi Juru Kunci

 Dejan Antonic Siapkan Fisik Pemainnya di Laga Madura United Vs Barito Putera di Banjarmasin

 UPDATE LAGI Piala Sudirman: Greysia/Apriyani Terlalu Tangguh, Taiwan vs Indonesia 2-2

Ditambah, dua pemain Timnas Indonesia itu baru pulang merumput dari Malaysia.

“Iya memang saya dekat sekali dengan Evan Dimas, tetapi kalau di dalam lapangan ya tetap saya anggap sebagai musuh. Kalau di luar memang saya bisa dibilang duo sejoli,” ungkap Andik dikutip dari laman resmi Liga 1.

Kendati memiliki hubungan yang dekat, mantan penyerang sayap Kedah FA Malaysia tersebut menyebutkan akan bertidak profesional.

Dia pun memiliki mimpi dapat mengalahkan Evan Dimas.

“Saya terus terang baru pertama kali bermain di Banjarmasin dan saya akui Barito [Putera] adalah salah satu tim yang sangat bagus, dengan pemain-pemain yang sangat berkualitas," lanjutnya.

"Kami tidak mudah meraih poin di sini [Banjarmasin], tapi kami butuh kerja keras," tandasnya.

Di pekan pertama yang juga berlangsung di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Barito Putera menahan imbang juara bertahan Persija Jakarta.

Sementara di pekan pertama Madura United tampil gahar dengan mengalahkan Persela Lamongan di 1-5.

Seperti dilansir dari maduraunitedfc.com, pelatih Kepala Madura United Dejan Antonic berharap, para pemainnya bisa menyesuaikan dengan perubahan waktu.

Madura United FC akan bertandang ke kandang PS Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin pada 24 Mei untuk menjalani pertandingan keduanya.

Pertandingan tersebut sebagaimana jadwal dari PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi Liga 1, akan kick off pukul 20.30 WIB atau pukul 21.30 WITA, karena Kota Banjarmasin masuk zona waktu Indonesia tengah.

Perbedaan waktu antara WIB dan WITA adalah satu jam.

Atas perbedaan waktu tersebut, praktis Madura United akan menjalani pertandingan lebih malam daripada saat menjalani pertandingan di Pulau Jawa.

“Harus mempersiapkan fisik secara matang. Perubahan tempat pertandingan memang sedikit banyak berpengaruh terhadap proses adaptasi pemain. Para pemain sudah memiliki cara untuk menyiasati itu,” ungkap Dejan.

 Bobotoh Cantik Ini Yakin Persib Juara Liga 1, Syaratnya Bermain Konsisten Seperti Kalahkan Persipura

 Djadjang Nurdjaman Tak Turunkan Otavio Dutra di Laga Persebaya Surabaya Vs Kalteng Putera

 Riko Simanjuntak Optimistis Persija Jakarta Pertahankan Gelar Juara Liga 1 Tahun Ini

Dengan jadwal kick off pukul 21.30 WITA, praktis pertandingan akan selesai pukul 23.30 WITA dan pemain diperkirakan akan memasuki hotel penginapan saat jam sudah memasuki waktu sahur.

“Kita harus menyesuaikan dengan waktu yang ada karena memang geografis Indonesia yang luas, sehingga ada banyak perbedaan dari satu tempat pertandingan ke tempat pertandingan lain,” imbuh Dejan.

Ramadan tahun lalu, Madura United pernah menjalani pertandingan laga ke kandang Persipura Jayapura.

Pada pertandingan tersebut, Madura United mengalami kekalahan dengan skor 6-0.

Kekalahan tersebut menjadi kekalahan terbesar Madura United sejak 2016 lalu.

Hasil kekalahan tersebut, juga seperti dejavu dari pertandingan sebelumnya.

Di mana Madura United berhasil membawa pulang 3 poin setelah menaklukkan Persija Jakarta 0-2 di kandangnya sendiri, Stadion Gelora Bung Karno.

“Pertandingan pertama sudah kita lalui dengan hasil yang sangat bagus, pertandingan kedua memang akan lebih sulit karena ekspektasi dan perhatian sudah mulai tertuju pada tim ini. Itu harus menjadi motivasi bagi kami setidaknya pada pertandingan kedua nanti tidak kalah,” tukas Dejan.

Sejak 2016 lalu, Madura United memang masih belum bisa menaklukkan dua  tandang bersambung.

Dari dua laga tandang yang dijalani, Madura United selalu gagal mendapatkan  poin penuh.

Terbesar  raihan poin dari dua laga tandang bersambung yang dijalani  Madura United adalah dengan mendapatkan 3 poin saja.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved