Senin, 20 April 2026

PDIP Minta Jatah Menteri Paling Banyak, Nasdem Memilih Pasrah

KETUA DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menilai wajar PDIP meminta jatah kursi menteri paling banyak di kabinet Jokowi-Maruf Amin.

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago 

KETUA DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menilai wajar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta jatah kursi menteri paling banyak di kabinet Jokowi-Maruf Amin.

Karena, menurutnya, PDIP merupakan pemenang Pemilu Legilatif 2019 dan mendapatkan kursi paling banyak di parlemen.

"Sesuai dengan jumlah kursi PDIP di parlemen dan PDIP adalah pemenang pileg. Saya kira permintaan kursi paling banyak adalah hal yang wajar," katanya di Kompleks Parlemen, Jumat (9/8/2019).

Hore! Wartawan dan TNI-POLRI Dapat Diskon Tiket Kereta Hingga 50 Persen, Begini Cara Daftarnya

Namun, menurutnya, meski PDIP paling banyak, komposisi menteri tetap harus proporsional.

Karena, kata Irma, partai pengusung Jokowi-Maruf Amin bukan hanya PDIP, tapi juga partai lainnya, termasuk NasDem.

"Ada banyak partai (pengusung), baik yang punya kursi di parlemen maupun yang tidak punya kursi," ujarnya.

Terpilih Lagi Jadi Ketua Umum PDIP, Megawati: Tugas Berat

Dalam menyusun kabinet, Jokowi, menurut Irma, juga harus memperhatikan keinginan partai pengusung yang tidak memiliki kursi di parlemen, mulai dari Hanura, Perindo, PKPI, dan PSI.

"Karena pada dasarnya semua (partai) bergerak masif dengan keringat untuk memenangkan Pak Jokowi dan Kiai Maruf."

"Karena itu, teman-teman yang enggak punya kursi juga harus dipikirkan. Saya kira itu yang jadi pemikiran Nasdem," ucapnya.

Megawati Bicara Kabinet, Katanya yang Muda dan Pintar Belum Tentu Jaminan Berhasil di Pemerintahan

Partai Nasdem, lanjut Irma, menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi dalam menentukan komposisi kabinet.

Partai Nasdem, katanya, tidak pernah meminta-minta, baik itu jumlah maupun pos kementerian yang ingin diduduki.

"Kalau Nasdem sendiri enggak pernah minta-minta, karena kami tidak ingin membebani Presiden."

Kronologi KPK Ciduk Anggota DPR Asal PDIP Sepulang dari Bali, Terkait Suap Impor Bawang Putih

"Berapa pun yang diberikan Presiden kami akan terima, dan posisi apa pun yang disampaikan akan kami laksanakan," paparnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi langsung menjawab permintaan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Sukarnoputri, mengenai jatah menteri asal PDIP harus paling banyak.

 Kronologi KPK Ciduk Anggota DPR Asal PDIP Sepulang dari Bali, Terkait Suap Impor Bawang Putih

Jokowi menjamin PDIP akan mendapatkan porsi terbesar di kabinet.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberi sambutan dalam pembukaan Kongres V PDIP, di Grand Inna Beach, Sanur, Bali, Kamis (8/8/2019).

 Fadli Zon Minta Investigasi Pemadaman Listrik Massal Cukup Dua Minggu

"Mengenai menteri, tadi Bu Mega kan menyampaikan jangan empat dong. Tapi kalau yang lain dua, tapi PDIP empat kan sudah dua kali (lipat)," ucap Jokowi.

"Kalau yang lain tiga, pasti PDIP (hadirin berteriak 6 menteri), belum tentu juga."

"Yang jelas, PDIP pasti yang terbanyak. Itu jaminan saya," sambung Jokowi.

 Megawati Minta Kader PDIP Jangan Soraki Prabowo di Bali

Hadirin pun merespons pernyataan Jokowi dengan bergemuruh.

Sebelum Jokowi berpidato, Megawati Sukarnoputri memberikan pernyataan terbuka yang cukup gamblang mengenai 'syarat' masuknya PDIP dalam kabinet periode kedua Jokowi.

PDIP harus menjadi partai dengan jumlah menteri terbanyak di kabinet.

 KPK Ciduk 11 Orang dan Sita Uang Dolar AS Saat OTT, Diduga Suap Terkait Rencana Impor Bawang Putih

"Ini di dalam kongres partai, Bapak Presiden, saya meminta dengan hormat bahwa PDIP akan masuk dalam kabinet dengan jumlah menteri harus terbanyak," tegas Megawati Sukarnoputri.

Menurut Megawati Sukarnoputri, Jokowi mesti memberikan jatah kursi menteri kepada kader PDIP.

Sebab, partainya sudah dua kali menjadikan Jokowi sebagai pemenang.

 Pemadaman Listrik Massal Bikin Nasib Ikan Koi Mahal Berakhir Sebagai Makanan Anjing

"Orang kita pemenang dua kali. Betul tidak? Saksikan ya. Iya dong. Jangan nanti, (Jokowi bilang) 'Ibu Mega, saya kira karena PDIP sudah banyak kemenangan, sudah ada di DPR, nanti saya kasih cuma 4 ya'."

"Endak mau. Tidak mau. Tidak mau. Tidak mau," kata Megawati Sukarnoputri yang disambut riuh teriakan para kader PDIP.

"Iya dong. Orang yang tak dapat kemenangan saja minta. Horeeeeeee," teriak Megawati Sukarnoputri sambil mengepalkan kedua tangannya di hadapan dada.

 Enzo Dituding Terpapar Paham HTI, Begini Ketatnya Proses Seleksi Taruna Akademi Militer

"Ini dalam kongres partai ya Pak Presiden, saya meminta dengan hormat, bahwa PDIP masuk ke kabinet dengan jumlah menteri yang terbanyak," pinta Megawati Sukarnoputri, disambut gemuruh para kader. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi akan mengumpulkan para ketua umum partai politik yang mendukungnya dalam kontestasi Pilpres 2019, untuk membahas susunan kabinet.

"Dibahas kalau sudah waktunya, akan mengundang bicara khusus mengenai itu (susunan kabinet)," ujar Jokowi di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Menurutnya, saat ini ia sedang mengatur waktu pertemuan dengan para ketua umum partai pendukung.

 Andai Bripka Rachmat Effendy Tak Amankan Pelaku Tawuran ke Polsek Cimanggis

"Hanya memang kita ini kan mengatur kapan ketemunya. Kalau sudah sangat urgen ya lima menit saja, kita telepon-teleponan sudah kumpul kok," paparnya.

Jokowi mengaku sudah meminta partai koalisi memberikan nama kadernya untuk dipertimbangkan menjadi menteri.

"Sudah diminta tapi banyak yang belum ngasih," ungkap Jokowi.

 Pertemuan dengan Jokowi dan Megawati Dinilai Lebih Rugikan Prabowo, Kenapa Begitu?

Sementara, kriteria para menteri ke depan, kata Jokowi, dibutuhkan sosok yang berani melakukan eksekusi program secara cepat.

"Eksekutor kuat, tahu manajemen, artinya manajerialnya baik, memiiki keberanian dan urusan yang lain-lain masalah integritas dan lain-lain," papar Jokowi.

Pernyataan Jokowi ini berbeda dari ucapan dia sebelumnya, yang mengaku sudah menyusun kabinet yang terdiri dari komposisi kalangan partai dan profesional.

"Sudah, sudah ada (susunan kabinet)," ucap Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (12/7/2019).

 Prabowo Ajukan Kasasi Lagi ke MA, Yusril Ihza Mahendra Bilang Sangat Aneh

Ia lantas ditanya apakah menteri yang ada saat ini banyak yang kembali dipakai atau dipertahankan sebagai pembantunya di kabinet?

Jokowi menjawab banyak. Namun, dia enggan membocorkan siapa saja menteri-menteri yang bakal kembali ikut mengisi Kabinet Kerja jilid II.

"Banyak (menteri yang bertahan)," ucapnya.

 Ajukan Kasasi Lagi ke MA Soal Dugaan Kecurangan Pilpres 2019, Kubu Jokowi Bilang Prabowo Tak Ikhlas

Presiden terpilih ini juga tidak mempermasalahkan sejumlah partai‎ pendukungnya yang meminta kursi menteri.

Parpol yang secara terang-terangan meminta jatah menteri adalah PKB, NasDem, hingga PPP. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved