Pencemaran Lingkungan
Imbas Tumpahan Minyak Pertamina, 300.000 Tanaman Mangrove Terancam Mati
Kebocoran minyak Pertamina di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java berdampak luas.
Penulis: Muhammad Azzam |
Insiden kebocoran minyak Pertamina di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) perairan Karawang berdampak luas.
Tumpahan minyak itu tak hanya berdampak pada berkurangnya jumlah tangkapan ikan, maupun pada tambak yang membuat benih udang dan ikan pada mati.
Akan tetapi juga membuat ekosistem mangrove yang di Kecamatan Muaragembong terancam rusak dan mati.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ALIPBATA, Sonaji mengatakan akibat terkena tumpahan minyak Pertamina, diprediksi 300 ribu mangrove di pesisir Muara Gembong terancam mati.
"Ini terlihat mangrove sudah beberapa mati, apalagi yang baru ditanam," ujarnya, Rabu (7/8/2019).
Sonaji menuturkan imbas tumpahan minyak Pertamina terlihat sejumlah tamanam mangrove mati, terlebih tanaman mangrove yang baru ditanam.
• TERBONGKAR, Pelatih Paskibraka Tahu Tubuh Aurel Lebam dan Dipaksa Makan Kulit Jeruk
• Jadi Lokasi Perluasan Ganjil Genap, Tak Ada Sosialisasi di Jalan Fatmawati Hingga Patung Pemuda
• Ternyata Jumharyono Berhubungan Intim Sebelum Bunuh Istrinya
• Jokowi Marah Lagi, Ancam Akan Copot Pangdam dan Kapolda: Aturan yang Saya Sampaikan Masih Berlaku
"Makanya kita langsung kerja keras agar ekosistem mangrove di Muara Gembong tak musnah atau mati," ucap dia.
Sejak dua pekan lalu masyarakat setiap harinya bekerjasama dengan semua pihak mulai dari TNI, Polri dan Pertamina membersihkan limbah minyak yang menggumpal hitam dirumah-rumah warga dan di pesisir Pantai.
“Kondisinya sudah lumayan bersih, dari minggu lalu bersihkan saja sudah 3000 karung limbah minyak yang diangkut,” ujarnya.
Sonaji juga menyebut efek tumpahan minyak itu juga membuat warga mengalami gatal dan sesak nafas akibat bau yang menyengat.
"Ada 120 warga terkena penyakit itu, Pertamani si turunkan juga tim medis. Tapi kami berharap mendapatkan kompensasi karena kasihan masyarakat sudah banyak dirugikan," paparnya.
• Oknum Prajurit TNI AD Pratu DAT Terbukti Jual Ratusan Amunisi ke KKB Papua Terancam Hukuman Mati
Sebelum diberitakan, imbas kebocoran tumpahan minyak itu membuat benih ikan dan udang di tambak mati dan jumlah tangkapan ikan berkurang.
Menurut Surin (51), petambak di Desa Pantai Bahagia mengatakan kondisinya memang tak separah di pesisir atau pantai Karawang.
Selang beberapa hari setelah insiden kebocoran minyak pada Minggu 21 Juli 2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pantai-bekasi.jpg)