Jokowi Marah Lagi, Ancam Akan Copot Pangdam dan Kapolda: Aturan yang Saya Sampaikan Masih Berlaku

Sesuai Jokowi tegur direksi PT PLN Persero, hari ini Jokowi marah lagi dan diketahui Jokowi ancam copot Pangdam dan Kapolda.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
PRESIDEN Joko Widodo 

Sesuai Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi tegur direksi PT PLN Persero, hari ini Jokowi marah lagi dan diketahui Jokowi ancam copot Pangdam dan Kapolda.

WartaKotaLive melansir Tribunnews.com, dua hari ini Jokowi tunjukkan ketegasan ke aparat dan pegawai yang tak mampu menunjukkan kinerjanya dengan baik.

Senin (5/8/2019) kemarin, Jokowi marah ke direksi PT PLN Persero akibat mati lampu di DKI, Jawa Barat dan Banten.

Hari ini, Selasa (6/9/2019), Jokowi ancam akan mencopot aparat di daerah yang tak mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Perusahaan Warren Buffett Pegang Uang Tunai Sebanyak Ini

Sedang Berlangsung Live Streaming PSM Makassar Vs Persija Jakarta, Macan Kemayoran Kebobolan

Yuan Melemah Terhadap Dollar AS, Bentuk Balasan China Terhadap Amerika Serikat?

Copot Pangdam dan Polda

Jokowi mengancam mencopot jabatan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) dan Kapolda yang tidak mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta rapat koordinasi nasional pengendalian karhutla tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

"Aturan main kita tetap masih sama, saya ingatkan kepada Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, aturan yang saya sampaikan 2015 masih berlaku (copot jabatan tak bisa atasi karhutla)," papar Jokowi.

Dilema Ayu Ting Ting: Bekerja Terlalu Sibuk Diprotes Anak, Terlalu Santai di Rumah Diprotes Orangtua

Dankormar Olahraga Bersama Pangkolinlamil

Korps Marinir Terima Wasrik BPK RI

"Saya kemarin sudah telepon Panglima TNI, saya minta copot yang tidak bisa mengatasi. Saya telepon lagi tiga atau empat hari yang lalu ke Kapolri, copot kalau enggak bisa mengatasi kebekaran hutan dan lahan," sambung Jokowi.

Jokowi menjelaskan, kerhutla pada 2015 dan tahun sebelum-sebelumnya hampir terjadi di semua provinsi yang kerugiannya mencapai Rp 221 triliun atas lahan terbakar seluas 2,6 juta hektare.

Berdasarkan data yang diterima, kata Jokowi, jika dibandingkan dengan tahun ini dengan 2015 kejadian karhutla menurun 81 persen.

Tetapi, dibanding 2018 dengan saat ini mengalami kenaikan dan ke depan tidak boleh terjadi kenaikan lagi.

LOLOS dari Percobaan Bunuh Diri, Jumharyono Ditemukan Tergeletak Tanpa Sehelai Benang

Enam Jenderal Polisi Masuk 40 Besar Calon Pimpinan KPK, Ini Kata Mabes Polri

Luna Maya Pilih Ariel Noah atau Faisal Nasimuddin? Ternyata Ini Jawaban Nagita Slavina & Raffi Ahmad

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved