Ini yang Harus Dilakukan saat Terjadi Gempa
Meminimalisasi risiko gempa bumi dapat dilakukan dengan pendekatan mitigasi struktural.
Gempa di Yogyakarta dan di Jepang sama-sama mempunyai kekuatan 6,4 magnitudo dan berada pada kedalaman 10 meter.
Gempa di Yogyakarta menyebabkan ribuan orang meninggal, sementara di Jepang hanya satu orang.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Wilayah Indonesia kerap terjadi gempa bumi.
Pada Jumat (2/8/2019) malam, terjadi gempa Banten yang terasa di beberapa daerah lain di Pulau Jawa dan Sumatera.
Gempa Banten juga diikuti peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Biasanya, terjadi kepanikan jika terjadi gempa.
Ada upaya mitigasi yang dilakukan karena Indonesia termasuk wilayah yang rawan gempa.
• Aturan IMEI Akan Ditandatangani Pertengahan Bulan Ini
Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, mengatakan, meminimalisasi risiko gempa bumi dapat dilakukan dengan pendekatan mitigasi struktural.
"Kalau gempa itu enggak usah banyak rencana, pokoknya wujudkan bangunan rumah tahan gempa sesuai aturan yang ada (mitigasi struktural)," kata Daryono seperti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (3/8/2019).
Daryono mengatakan, jatuhnya korban saat gempa biasanya karena bangunan yang rubuh.
"Gempa itu menjadi human interest kalau ada (bangunan) yang roboh, korban luka, korban meninggal. Dalam konteks ini, gempa tak pernah membunuh orang, yang membunuh adalah bangunan rumahnya," kata Daryono.
• Aplikasi Logistik Khusus Truk, Dapat Memilih Jenis Truk untuk Pengiriman Logistik
Contohnya, kata Daryono, peristiwa dua gempa dengan perilaku dan kondisi geologi serupa, yaitu gempa di Yogyakarta pada 2006 dan gempa di Suruga, Jepang pada 2010.
"Pembangkitnya (dua gempa itu) sama-sama sesar aktif. Yang beda bangunan rumahnya. Rumah di Jepang sudah mengadopsi bangunan tahan gempa, di Indonesia belum," kata Daryono.
Gempa di Yogyakarta dan di Jepang sama-sama mempunyai kekuatan 6,4 magnitudo dan berada pada kedalaman 10 meter.
Gempa di Yogyakarta menyebabkan ribuan orang meninggal, sementara di Jepang hanya satu orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20181011-ilustrasi-gempa-bumi_20181011_031347.jpg)