Listrik Padam

Imbas Pemadaman Listrik, Traffic Light Rawa Belong Mati, Arus Lalu Lintas Semrawut

Kemacetan terjadi karena banyaknya pengendara yang tidak bersabar dan berusaha menerobos lampu lintas yang tidak berfungsi akibat pemadaman listrik.

Imbas Pemadaman Listrik, Traffic Light Rawa Belong Mati, Arus Lalu Lintas Semrawut
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kemacetan arus lalu lintas di pertigaan Rawa Belong akibat tidak berfungsinya lampu lintas, Senin (5/8/2019). Tidak berfungsinya lampu lalu lintas itu merupakan dampak dari pemadaman listrik serentak di Jabodetabek sejak Minggu (4/8/2019) siang. 

Akibat pemadaman listrik yang masih terjadi di beberapa wilayah Jakarta, berimbas pada belum berfungsinya lampu lalu lintas di sejumlah titik.

Tidak berfungsinya lampu lalu lintas itu, membuat arus lalu lintas semrawut.

Seperti yang terjadi di kawasan Rawa Belong, Senin (5/8/2019) siang ini.

Lampu lalu lintas di lokasi itu masih belum berfungsi, sehingga membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi macet dan semrawut.

Kemacetan terjadi karena banyaknya pengendara yang tidak bersabar dan berusaha menerobos.

Di Klender, Pemadaman Listrik Sudah Lebih dari 24 Jam

Selain itu, hanya terlihat dua orang pak ogah yang berupaya mengatur arus lalu lintas.

Salah seorang pengendara Hendra (36) yang berada di sekitar lokasi mengatakan lalu lintas di Rawa Belong kerap kali macet.

Sehingga dengan terjadinya pemadaman listrik dan tidak berfungsinya lampu lalu lintas itu membuat arus lalu lintas tidak teratur.

"Kalo di sini memang udah sering macet sebenarnya. Ditambah sekarang lampu merah mati. Ya sudah jadinya makin parah macetnya," kata Hendra, Senin (5/8/2019).

Akibat Listrik Padam, Lampu Lalin di 21 Lokasi Jakarta Belum Berfungsi Normal

Selain akibat lampu lalu lintas yang tidak berfungsi, Rawa Belong juga tidak dilengkapi dengan marka stop.

Sehingga kendaraan roda dua menumpuk di tengah jalur, dan membuat tersendatnya kendaraan dari arah lain.

Menanggapi tidak adanya marka stop di lampu lalu  lintas Rawa Belong, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Leo Amstrong mengatakan, pihaknya baru merencanakan pemberian marka itu.

"Itu sudah kami rencanakan. Masih menunggu proses e-katalog untuk item marka jalan. Setelah itu baru berkontrak dengan penyedia untuk pelaksanaan pemarkaan jalan," ucapnya. 

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved