Pembunuhan

Tangis Prada DP di Persidangan Disebut Keluarga Korban Mutilasi Kasir Indomaret Air Mata Buaya

pelaku mutilasi kasir Indomaret Vera Oktaria, Prada DP menangis di persidangan, tapo tangis Prada DP disebut air mata buaya oleh keluarga Vera Oktaria

Tangis Prada DP di Persidangan Disebut Keluarga Korban Mutilasi Kasir Indomaret Air Mata Buaya
MA FAJRI
Prada DP menangis. 

Seorang pelaku mutilasi kasir Indomaret Vera Oktaria, Prada DP menangis di persidangan, namun tangis Prada DP disebut air mata buaya oleh keluarga Vera Oktaria.

Pihak keluarga Vera Oktaria, kasir indomaret korban pembunuhan dan mutilasi dengan terdakwa Prada DP (Deri Pramana) tak bisa memafkan.

Diketahui, Prada DP menangis sesenggukan selama sidang dianggap Suhartini, ibu Vera, hanya lakon air mata buaya. 

Suhartini (50) ibu kandung Vera Oktaria belum bisa memaafkan perbuatan Prada Deri Pramana yang telah membunuh anak kandungnya.

IZI Luncurkan Rumah Sehat Holistik IZI Di Kawasan Condet

Penangguhan Penahanan Asteria Dikabulkan, Ini Alasan Polres Metro Jakarta Utara

Kabupaten Lebak Kini Terbebas dari Status Daerah Tertinggal Bersama 62 Kabupaten Lainnya

Bahkan Suhartini berujar bahwa air mata Prada Deri yang terus jatuh saat persidangan merupakan air mata buaya.

"Aaahhh, Air mata buaya itu," ujar Suhartini dengan saat ditemui setelah menjadi salah seorang saksi pada sidang perdana Prada Deri Pramana di pengadilan pengadilan Militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (1/8/2019).

Suhartini mengaku hatinya belum lega. Dia ingin melihat Prada Deri mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.

"Kalau bisa dihukum mati, baru saya merasa lega," tegas Suhartini.

Jangan Buang Kulit Jeruk, Vitamin C dalam Kulit Jeruk Lebih Tinggi 3 Kali Lipat dari Bulir Jeruk

10 Motor Ini Sudah Disuntik Mati, Pernah Ngetop di Tanah Air, dari Scorpio, Tiger, hingga Inazuma

Band Wali Bakal Ikut Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Pulau Pramuka

Dalam persidangan, orang tua Prada Deri Pramana yakni Leni juga sempat menyampaikan permintaan maaf yang ditujukan pada Suhartini.

Namun permintaan itu langsung ditolak oleh ibu empat orang anak tersebut.

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved