Berita Jakarta

Kolam Pemancingan di Koja Kekeringan, Ratusan Ikan Mati

“Kalau air lagi penuh, biasanya setiap hari Minggu diadakan lomba mancing. Rame kalau ada yang lomba,” ucap Darussalam.

Kolam Pemancingan di Koja Kekeringan, Ratusan Ikan Mati
Warta Kota
ratusan ikan mati di kolam pemancingan yang mengalami kekeringan di Jalan Inspeksi Kali Sunter, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Jumat (2/8). 

Kolam pemancingan yang berada di Jalan Inspeksi Kali Sunter, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, mengalami kekeringan. Akibatnya selain tanah di dasar kolam retak-retak, ratusan ikan juga mati.

Pantauan di lokasi, ada dua titik kolam pemancingan yang mengalami kekeringan. Keduanya ada di antara RPTRA Radar Pembangunan dan Depo Sampah Rawa Badak Utara.

Kolam pemancingan yang berada di sebelah RPTRA Radar Pembangunan sangat kering hingga membuat dasar kolam terlihat begitu jelas. Hanya ada kubangan kecil di tengah kolam yang tampak berlumpur.

Akibat hujan yang tidak kunjung turun, kolam yang seharusnya terisi air itu membuat ratusan ikan mati. Bangkai ikan-ikan itu berada di tanah yang kekeringan dan tercampur dengan lumpur di dasar kolam.

VIDEO: Gubernur Anies Sebut Mobil Berusia Diatas 10 Tahun Masalah Pribadi

Kondisi serupa juga terlihat di kolam pemancingan lainnya di dekat Depo Sampah Rawa Badak Utara. Tanah di dasar kolam itu juga tampak retak-retak karena lama tidak diguyur hujan.

Seorang warga, Darussalam (40) mengatakan kekeringan di kolam pemancingan itu memang biasa terjadi pada saat musim kemarau. Apalagi kekeringan itu sudah terjadi sejak dua bulan yang lalu.

“Mulai kering kira-kira dua bulan yang lalu, habis Lebaran lah. Biasanya kalau musim hujan penuh, kalau kemarau kering. Nanti kalau musim hujan penuh lagi,” katanya, Jumat (2/8) siang.

VIDEO: Yusril Ihza Mahendra Nilai Rektor Asing di Perguruan Tinggi Negeri Tidak Masalah

Kondisi kekeringan itu membuat aktivitas pemancingan mati selama dua bulan terakhir. Tidaknya ada air dan banyaknya ikan yang mati di kolam pemancingan membuat warga enggan memancing di sana.

“Kalau air lagi penuh, biasanya setiap hari Minggu diadakan lomba mancing. Rame kalau ada yang lomba,” ucap Darussalam.

Menurut warga sekitar, ikan-ikan yang berada di kolam pemancingan dan telah menjadi bangkai tersebut merupakan benih mujair yang disebar untuk para pemancing.

VIDEO: Fasihnya Penipu Modus Ngaku Pegawai Mahkamah Agung Perdayai Korban Melalui Telepon

“Nggak ada airnya, makanya ikan-ikannya pada mati. Itu benih mujair kebanyakan,” katanya.

Warga pun harus menunggu musim hujan datang untuk bisa memancing di dua kolam itu. Pasalnya tidak ada cara lain agar kolam itu bisa kembali penuh seperti biasa.

“Ya paling nungguin musim hujan lagi,” kata Darussalam. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved