Berita Video

VIDEO: Gubernur Anies Sebut Mobil Berusia Diatas 10 Tahun Masalah Pribadi

Itu nanti diatur sendiri itu adalah masalah izin beroperasinya. Jadi bukan masalah kendarannya diapakan, itu masalah pribadinya.

VIDEO: Gubernur Anies Sebut Mobil Berusia Diatas 10 Tahun Masalah Pribadi
Warta Kota/Dwi Rizki
Gubernur DKI Anies Baswedan memaparkan Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Nomor 66 Tahun 2019 Tentang Pengendalian Kualitas Udara Ibu Kota di Balai Agung, Balaikota, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2019). 

Pembatasan umur pakai kendaraan pribadi hanya sampai sepuluh tahun di wilayah Ibu Kota disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan belum diatur secara khusus dalam Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2019 Tentang Pengendalian Kualitas Udara Ibu Kota.

Ketentuan yang tertuang dalam poin ke 3 Ingub Nomor 66 Tahun 2019 itu katanya akan disusun secara rinci oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pembatasan Usia Kendaraan di atas sepuluh tahun pada tahun 2020 mendatang.

Namun, dalam poin ke 3 Ingub Nomor 66 Tahun 2019, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ditegaskannya bakal memperketat ketentuan uji emisi bagi seluruh kendaraan pribadi mulai pada tahun 2020 dan memastikan tidak ada kendaraan pribadi berusia lebih dari sepuluh tahun yang dapat beroperasi di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2025.

"Karena itulah kita tarik di tahun 2025, sehingga ada ancang-ancang waktu. Kalau kendaraan umum, kendaraan ini adalah tahun terakhir," ungkapnya usai paparan Instruksi Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2019 Tentang Pengendalian Kualitas Udara Ibu Kota di Balai Agung, Balaikota, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (2/8/2018).

Hal tersebut diungkapkannya sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum.

Sebab, lewat kenyamanan dan keamanan serta fasilitas yang ditawarkan angkutan umum dengan armada baru diyakininya dapat meningkat minat masyarakat ke depannya.

"Begitu juga komitmen kiita untuk peremajaan, sehingga kendaraan umum masal itu nyaman. Kalau kendaraan nyaman ac-nya (pendingin udara) berfungsi, maka orang mau pindah kendaraan roda dibonceng atau pribadi ke kendaraan umum karena kenyamannya ada. Untuk nyaman kendaraan umumnya baru," jelas Anies.

"Tapi untuk pribadi kita ancang ancang sampe 2025. Kenapa begitu? Karena kita menginginkan bukan saja barunya tpai lulus uji emisi," imbuhnya.

Sementara, terkait nasib kendaraan yang berusia lebih dari sepuluh tahun, Anies menyebut pihaknya belum menetapkan kebijakan secara rinci.

Seperti upaya penilangan ataupun penghancuran kendaraan seperti layaknya kebijakan serupa di sejumlah negara maju.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved