Pengantin Pesanan

Gubernur Sutarmidji: 3 Warga Pegantin Pesanan Masih di LN, ASN Terbukti Palsukan Dokumen Dipecat

Gubernur Sutarmidji sebut Tarif Pengantin Pesanan Rp 400-800 Juta, Ada 3 Warganya di LN. Gubernur Ancam Pecat ASN yang Terbukti Palsukan Dokumen.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi berbincang dengan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dan Gubernur Kalbar Sutarmidji di Mapolda Kalbar, Jl Ahmad Yani, Kamis (25/7/2019) siang WIB. Retno menyerahkan secara langsung dua WNI yang menjadi korban TPPO. 

Berusia 14 Tahun

Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menggelar pertemuan dengan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dan Gubernur Kalbar Sutarmidji terkait kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) bermodus pengantin pesanan atau kawin kontrak yang marak di Kalbar, Kamis (25/7/2019).

Menlu juga menyerahkan dua korban yang juga warga Kalbar kepada gubernur.

Menlu Retno mengatakan, Kalbar menjadi sasaran kejahatan internasional TPPO dengan modus kawin kontrak pengantin pesanan yang diperantarai mak comblang.

Ada tiga wilayah provinsi tujuan di Tiongkok yang menjadi lokasi pengantin pesanan yakni Heinan, Hebei dan Xiangdong.

Kasus pengantin pesanan ini, kata Menlu, menjadi atensi negara.

Bahkan, Presiden Indonesia Joko Widodo sudah memerintahkan untuk menyelesaikan kasus TPPO dan mencegah agar serupa tak terulang kembali.

Retno menegaskan, penanganan kasus TPPO ini harus melibatkan semua stakeholder di Kalbar.

 "Saya kira koordinasi ini menjadi sangat penting sehingga untuk menyelesaikan masalah ini," ucap Retno.

Kehadiran Retno di Kalbar juga bertujuan untuk melakulan pencegahan.

Halaman
1234
Editor: Mirmo Saptono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved