Pengantin Pesanan

Gubernur Sutarmidji: 3 Warga Pegantin Pesanan Masih di LN, ASN Terbukti Palsukan Dokumen Dipecat

Gubernur Sutarmidji sebut Tarif Pengantin Pesanan Rp 400-800 Juta, Ada 3 Warganya di LN. Gubernur Ancam Pecat ASN yang Terbukti Palsukan Dokumen.

Gubernur Sutarmidji: 3 Warga  Pegantin Pesanan Masih di LN, ASN Terbukti Palsukan Dokumen Dipecat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi berbincang dengan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dan Gubernur Kalbar Sutarmidji di Mapolda Kalbar, Jl Ahmad Yani, Kamis (25/7/2019) siang WIB. Retno menyerahkan secara langsung dua WNI yang menjadi korban TPPO. 

Maraknya  pengantin pesanan yang masuk kategori kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) menjadi perhatian Gubernur Kalimantan Barat (Klabar) dan Menteri Luar Negeri.

Gubernur Kalbar H Sutarmidji, mengungkap tarif'pengantin pesanan atau kawin kontrak pada kasus Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) antarnegara yang melibatkan warga Kalbar.

Saat menerima pengembalian korban TPPO dari Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi, Sutarmidji mengungkapkan, saat ini masih ada tiga warga Kalbar jadi pengantin pesanan di luar negeri dalam proses untuk pemulangan karena menjadi korban TPPO.

Setelah melakukan wawancara dan berbincang-bincang dengan korban yang telah diselamatkan, Midji mengatakan adanya korban TPPO yang bermula dari pengantin pesanan.

"Setelah kita berbicara dengan korban yang menjadi TPPO, ada beberapa hal yang mendasari mengapa kasus ini terjadi,pertama kemiskinan dan pendidikan," ucap Midji saat memberikan keterangan di Mapolda Kalbar, Kamis (25/7/2019).

Kasus TPPO di Kalbar menjadi perhatian serius, karena sudah beberapa kali berhasil diungkap.

Midji meminta pihak terkait untuk menelusuri sebab ada indikasi pemalsuan dokumen dengan meningkatkan umur korban.

Melalui akun Instagram-nya, @bang.midji, sang Gubernur bahkan mengungkap tarif pengantin pesanan tersebut.

Ia pun mengancam pecat oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kalbar yang terlibat dalam proses pemalsuan usia korban.

"Hari ini saya menerima pengembalian dari Menlu korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Mereka ini "pengantin" pesanan. Mereka dikawinkan dengan orang Asing melalui calo.

Halaman
1234
Editor: Mirmo Saptono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved