Seniman Pembuat Getah Getih Mengungkap Polutif Membuat Anyaman Bambu Jadi Cepat Rusak

Instalasi getah getih itu dibuatnya untuk memperindah pemandangan kota dalam rangka perhelatan Asian Games 2018 lalu.

Seniman Pembuat Getah Getih Mengungkap Polutif Membuat Anyaman Bambu Jadi Cepat Rusak
Warta Kota/Alex Suban
Selain itu, dikabarkan, ada makna tersembunyi di balik keindahan seni instalasi bambu ini. 

Instalasi anyaman bambu Getah Getih di Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang dipajang pada Agustus 2018 lalu, kini, sudah dibongkar.

Pembongkaran bambu bernilai Rp 550 juta itu disebabkan karena faktor bambu yang sudah tak layak atau rapuh.

Joko Avianto, seniman yang membuat Getah Getih menyebut, kerusakan karyanya itu dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan lingkungan Ibu Kota yang cendrung polutif.

"Tiap lingkungan beda-beda kekuatannya, enggak bisa dibandingin karena kan bambu itu material strukturnya terdiri dari fiber dan pori-pori menyerap air, menyerap udara, bambu jadi kayak indikator lingkungannya."

"Kalau lingkungannya udah polutif banget ya begitu kejadiannya," ujar Joko, saat dihubungi, Kamis (18/7/2019).

Ia mengakui karya anyaman bambunya itu memang digunakan untuk kebutuhan dekorasi yang bersifat sementara dan tak permanen.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Belum Menerima Usulan Bandara Kemayoran Jadi Cagar Budaya

Ketua Fraksi Demokrat DKI Laporkan Politikus PSI karena Penyebaran Berita Bohong Politik Uang

Dua YouTuber yang Dilaporkan Garuda karena Review Menu Tulisan Tangan akan Diperiksa Tanggal 23 Juli

Memang, getah getih itu dibuatnya untuk memperindah pemandangan kota dalam rangka perhelatan Asian Games 2018 lalu.

"Sebenarnya, perencanaan waktu itu karyanya hanya untuk enam bulan, karena karya ini memang sifatnya festiv yang sifatnya buat festival," kata Joko.

Joko mengaku sudah melakukan tiga kali perawatan pada karyanya ini dengan cara memberikan pelapis tambahan pada getah getih untuk menahan serapan air.

"Kalau saya sih udah tiga kalian ya, saya kasih pelapis lagi untuk menahan air dari luar ya, cat sih intinya cat kaya semacam vernislah untuk kayu itu terus ada perbaikan-perbaikan lain," kata Joko.

Halaman
12
Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved