Berita Depok
HEBOH 'Ladies Parking' Ala Depok Ditanggapi Beragam Anggota Dewan
Kontroversi kebijakan pemisahan parkir antara laki-laki dan perempuan di Kota Depok tak hanya jadi polemik di kalangan warganet.
PKS setuju
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Tengku Farida Rachmayanti setuju dengan penerapan area parkir yang dipisah.
• Terkunci di Toilet Masjid, Ini Penyebab Jukir Dihujat Warganet Usai Minta Pertolongan Lewat Facebook
Sebagai perempuan, Farida menilai hal ini adalah hal yang bagus karena membuat perempuan menjadi semakin nyaman.
"Ini sama saja seperti ladies parking. Sama saja seperti gerbong kereta khusus perempuan. Tentunya akan semakin nyaman bagi emak-emak," tutur Farida.
Menurutnya, pemisahan area parkir bukanlah masalah syariah karena sebagaimana gerbong kereta dan juga area ladies parking, alasannya lebih kepada memberikan akses kenyamanan dan keamanan buat perempuan.
Sebab, lanjut Farida, perempuan kerap kali dihadapkan pada situasi yang tidak nyaman.
Misalnya, ketika sedang hamil dan juga kala membawa anak-anak usia bayi dan balita.
Farida menilai malah penerapan area parkir yang dipisah ini sangat wajar dan profesional.
"Justru ini bukti bahwa Dinas Perhubungan dan RSUD Kota Depok peduli pada kebutuhan perempuan. Hal yang sangat wajar dan layak menurut saya," katanya.
• Tak Tahu Prabowo Bertemu Jokowi, Amien Rais Sebut Nyelonong dan Bahas Rekonsiliasi: Harus Hati-Hati
Senada dengan Farida, anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKS lainnya, Sri Utami meyakini bahwa niat Dinas Perhubungan adalah baik dan positif dengan memisahkan area parkir antara laki-laki dan perempuan.
"Mungkin ini mencontoh area ladies parking seperti di pusat perbelanjaan. Saya yakin ini demi keamanan pengendara perempuan. Maksudnya baik untuk lebih mengakomodir kepentingan pengendara perempuan," kata Sri Utami. (gps)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/parkir-di-dep.jpg)