Berita Duka

Sutopo Sering Typo Ketik Pesan WhatsApp karena Kanker Paru-parunya Semakin Menjalar

SUTOPO Purwo Nugroho membuka sedikit kemeja batiknya di bagian dada, sambil menunjukkan sebuah plester transparan.

Sutopo Sering Typo Ketik Pesan WhatsApp karena Kanker Paru-parunya Semakin Menjalar
Warta Kota/Henry Lopulalan
Kepala Bagian Humas serta Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, saat jumpa pers di Graha BNPB Jalan Pramuka, Jakarta Timur pada Selasa (5/12) siang. 

"Saya ikut di grup mitigasi gempa Sulteng. Ini terdiri dari menteri-menteri yang ada. Mensesneg Pramono Anung, Panglima TNI Hadi Tjahjanto."

"Kapolri Tito Karnavian, Kepala Basarnas, Retno Marsudi, Tjahjo Kumolo, Willem Rampangilei, Wiranto," beber Sutopo Purwo Nugroho sambil menunjukkan ponselnya.

Biasanya, ia akan bangun pukul 02.00 WIB setiap hari untuk salat tahajud dan menyalin informasi-informasi tersebut ke kertas-kertas kerja di rumahnya.

Ini Pemicu Oknum Brimob Aniaya Perusuh di Kampung Bali Saat Kerusuhan 21-22 Mei 2019

Setelah itu, ia akan membuat rangkuman dari catatan itu.

Tidak berhenti di situ, Sutopo Purwo Nugroho juga masih harus menganilisa laporan-laporan terkait bencana alam yang masuk.

Setelah menjadi rangkuman, kadang ia harus mengetik sendiri dan meramu bahasanya agar lebih mudah dimengerti dan menenangkan khalayak luas.

Ini Ciri-ciri Penembak Misterius Saat Kerusuhan 21-22 Mei 2019, Beraksi Pakai Tangan Kiri

Namun, ia juga kerap melibatkan stafnya untuk membuat format laporan terkait penanganan bencana.

"Enggak gampang nyari data kayak begini. Ini tidak seketika saya dapat langsung jadi. Saya juga perlu analisa."

"Anak buah saya banyak yang enggak bisa. Jadi saya itu kalau kerja, tengah malam itu sering merangkum," jelasnya.

Siapa Komandan Lapangan Kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang Diburu Polisi?

Sutopo Purwo Nugroho lalu menunjukkan lembaran laporan berisi data terkait penanganan bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Meski pekerjaannya tidak mudah, ditambah penyakit ganas yang dideritanya, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ia tetap ikhlas menjalani pekerjaannya.

"Prinsip saya, hidup itu harus bermanfaat buat orang lain," tegas Sutopo Purwo Nugroho.

Politikus PKB: Yang Ngusir Rizieq Shihab Siapa? Dia Pergi Sendiri Kok, Kalau Mau Pulang Saja

Suara ayah dari Muhammad Ivanka Rizaldy Nugroho dan Muhammad Aufa Wikantyasa Nugroho itu bergetar dan matanya berkaca-kaca, ketika ditanya soal kekhawatiran keluarga atas kondisinya.

Ia mengatakan, anak-anaknya kerap menanyakan kondisinya sehari-hari lewat telepon atau WhatsApp.

"Anak-anak saya pasti mengkhawatirkan. Sering nanya kabar saya. Kadang telepon. Kadang nanyain, WA."

Rizieq Shihab Dipulangkan Jadi Syarat Rekonsiliasi, Politikus PDIP: Suporter Tidak Usah Ikut Ngatur

"Papah gimana? (mata berkaca-kaca) Aku kalau, aduh..Kalau cerita anak, nangis aku (suara bergetar)," ungkap Sutopo Purwo Nugroho.

Sebelumnya, ia merasakan nyeri di dada dan batuk-batuk pada November 2017.

Sutopo Purwo Nugroho yang merasa itu hanya sakit biasa, akhirnya meminum obat-obatan yang dijual di toko.

Tukang Bubur Tonton Film Porno Sebelum Bunuh Bocah SD, Masih Lampiaskan Birahi Setelah Korban Tewas

Setelah sempat sembuh beberapa hari, penyakit itu kambuh.

Ia pun memutuskan untuk ke dokter spesialis penyakit dalam.

Dokter penyakit dalam mengatakan gejala nyeri dada, batuk-batuk, dan pusing yang dideritanya berasal dari asam lambung yang naik.

Soal Rencana Jokowi dan Prabowo Bertemu, ‎Moeldoko: Penting Enggak Sih Sebenarnya Rekonsiliasi Itu?

Setelah dua minggu meminum obat resep dari dokter, penyakitnya tak kunjung sembuh.

Ia pun memutuskan untuk memeriksakannya ke dokter spesialis paru-paru.

Setelah pemeriksaan rontgen dan CT Scan, dokter memvonisnya mengidap kanker paru-paru stadium 4B.

Nasihati Pengurus DPP PAN Soal Gabung Pemerintah Atau Jadi Oposisi, Amien Rais: Jangan Rabun Ayam!

Kata dokter, penyakitnya sudah menyebar ke bagian punggungnya.

Ia mengaku hanya bisa terdiam karena sangat sedih dalam perjalanan pulangnya dari sebuah rumah sakit pada Januari 2018 lalu.

Dalam hati, ia berharap semoga diagnosa dokter salah.

Profil Tiga Komisioner KPK yang Maju Lagi Jadi Calon Pimpinan KPK Jilid Lima

Setelah mencari informasi soal dokter yang bagus untuk mendengar pendapat lain, ia memutuskan ke Malaysia.

Ternyata, dokter di sana juga membenarkan diagnosa dokter yang sebelumnya memeriksanya.

"Saya ingat anak, istri, ingin nangis rasanya," cetus Sutopo Purwo Nugroho dengan mata berkaca-kaca dan suara yang bergetar.

Ini Tiga Komisioner KPK yang Maju Lagi Jadi Calon Pimpinan KPK

Suami dari Retno Utami Yulianingsih itu akhirnya memutuskan untuk menjalani pengobatan di Jakarta setelah mendapat saran dari istrinya.

Bagi Sutopo Purwo Nugroho, ia bekerja seperti sekarang tidak lain hanya untuk keluarganya.

"Saya akhirnya menerima ini bagian dari hidup saya. Kalau kalian nanyain soal anak, nangis saya, benar."

Profil Tiga Komisioner KPK yang Maju Lagi Jadi Calon Pimpinan KPK Jilid Lima

"Saya itu bekerja untuk anak, untuk ibu saya," aku Sutopo Purwo Nugroho dengan mata yang berkaca dan suara bergetar.

Meninggal di Guangzhou

"Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un.

Telah Berpulang ke Rahmatullah Bapak Sutopo Purwo Nugroho Purwo Nugroho, pada hari Minggu, 7 July 2019, sekitar pukul 02.20 waktu Guangzhou atau sekitar pukul 01.20 WIB."

Begitulah pembukaan tulisan yang beredar di grup WhatsApp Medkom Bencana-7 berisi staf Humas BNPB dan awak media yang dibagikan pada Minggu (7/7/2019) pukul 05.21 WIB.

Penikam Pria di Ancol Isap Sabu Setelah Bunuh Korban

Kepala Bidang Humas BNPB Rosita mengatakan kabar meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho ia terima dari pihak keluarga secara langsung dari istri beliau, maupun melalui akun twitter putranya.

"Pak Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia saat sedang menjalani pengobatan penyakit kanker yang dideritanya di St Stamford Modern Cancer Hospital, Guangzhou, China, sejak 15 Juni 2019 yang lalu."

"Kanker yang dideritanya telah menyebar ke tulang dan beberapa organ vital tubuh," kata Rita dalam keterangannya yang diterima Tribunnews.com, Minggu (7/7/2019) pagi.

Para Penikam Pria di Ancol Penagih Utang, Selalu Bawa Pisau untuk Jaga-jaga

Rita mengatakan, sejak divonis kanker Desember akhir 2017, Sutopo Purwo Nugroho masih terus gigih melakukan upaya pengobatan.

Juga, dalam menginformasikan berbagai kejadian bencana yang terjadi di Indonesia selama 2018 hingga pertengahan 2019.

Bahkan, Sutopo Purwo Nugroho masih sempat melakukan konferensi pers secara bersinambungan saat terjadi bencana gempa bumi Lombok dan gempa bumi Palu, di tengah rasa sakit yang menderanya.

Gara-gara Hal Sepele, Dua Pria Ini Tikam Temannya Setelah Pesta Ulang Tahun

"Kami, kita semua merasa kehilangan Pak Sutopo Purwo Nugroho. Sosok yang terdepan dan gigih dalam menyampaikan informasi bencana di Indonesia."

"Semoga amal ibadah almarhum selama hidupnya diterima di sisi Allah SWT dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar tabah dan sabar dalam menghadapi musibah ini," tutur Rita. (Gita Irawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved