Breaking News:

Soal Rencana Jokowi dan Prabowo Bertemu, ‎Moeldoko: Penting Enggak Sih Sebenarnya Rekonsiliasi Itu?

KEPALA Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko merasa saat ini Indonesia sudah kembali normal, setelah riuhnya beragam aktivitas Pilpres 2019.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/5/2019). 

Yang pasti, menurut Andre Rosiade, pertemuan tersebut diawali pertemuan-pertemuan informal perwakilan antara kedua pihak.

‎"Ya kan lagi diatur beliau one on one. Jadi Pak Prabowo dengan Pak Jokowi langsung yang akan mengatur jadwal yang pas kapan mereka bertemu," katanya.

 Besok Hari Terakhir Pendaftaran, Laode M Syarif Masih Galau Maju Jadi Calon Pimpinan KPK Lagi

Pertemuan tersebut, menurut Andre Rosiade, bukan membahas deal-deal politik antara Jokowi dengan Prabowo Subianto.

Melainkan, untuk meredakan polarisasi yang terjadi di masyarakat.

"Arti katanya bahwa silaturahmi itu bukan diartikan Pak Prabowo dapat kursi menteri ya ataupun politik dagang sapi."

 Enam Fakta Bocah Ditemukan Tewas di Bak Mandi, Centong Kayu dan Ember Jadi Saksi Bisu

"Tapi, kita bergandengan tangan merajut kebersamaan sebagai anak bangsa," tuturnya.

Pertemuan tersebut juga digelar untuk membahas sejumlah pendukung Prabowo Subianto yang ditahan kepolisian.

Dengan pertemuan itu, harapnya, penyelesaian masalah pendukung Prabowo Subianto dilakukan dengan pendekatan politik, bukan pendekatan hukum.

 Namanya Masuk Daftar Tokoh yang Berpeluang Maju di Pilpres 2024, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

"Ada yang ditahan, ada yang masih bolak-balik dipanggil polisi, lalu ulama-ulama juga ada yang bermasalah."

"Sekali lagi saya sampaikan, bayangkan saja, Pak Prabowo didatangi oleh istri yang suaminya ditahan, suami yang istrinya ditahan, anak yang bapaknya ditahan."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved