Kasus Narkoba

Pasutri Bandar Narkoba Ini Lihai Kelabui Polisi, Begini Polanya

Pasutri asal Tambun, Bekasi, yakni Satrio Wira Adi (26) dan Ari Susanti (34) cukup lihai mengelabui polisi.

Pasutri Bandar Narkoba Ini Lihai Kelabui Polisi, Begini Polanya
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Ady Wibowo bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat rilis narkoba di Mapolres Metro Jakarta Timur, Jumat (21/6/2019). 

Pasutri asal Tambun, Bekasi, yakni Satrio Wira Adi (26) dan Ari Susanti (34) cukup lihai mengelabui polisi.

Pasalnya, pasangan penjual sabu kelas kakap ini sering mengganti nomor ponselnya.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Ady Wibowo mengatakan, langkah tersebut ditempuh agar tak mudah terlacak bila rekanan bisnisnya terciduk aparat.

Mereka biasa mengganti nomor ponsel usai melakukan transaksi.

"Handphone ini kita amankan pada saat kita lakukan penangkapan dan dari beberapa BB (barang bukti) masih ada yang baru. Artinya mereka menggunakan pola menghilangkan jejak," kata Ady di Mapolres Metro Jakarta Timur, Jumat (21/6/2019).

Saat diperiksa penyidik Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Timur, Ady menuturkan mereka langsung membuang nomor berikut handphone yang sudah digunakan untuk berteransaksi.

 KPAI Ungkap: Ada 9 Masalah Utama Sistem Zonasi yang Terjadi di PPDB 2018 dan PPDB 2019

 Hakim Mahkamah Konstitusi Marah Tahu Saksi yang Diajukan Kubu 02 Ternyata Tak Ada Perannya

 Profil Lengkap Agus Muhammad Maksum, Saksi 02 Tak Bisa Buktikan 17,5 Juta DPT Fiktif di Sidang MK

Pasalnya penangkapan Satrio dan Susanti pada Rabu (19/6/2019) di rumahnya, Kecamatan Tambun Selatan, Kota Bekasi setelah tetangga mereka, Dodi Saputra (34) buka mulut.

Kala itu, penyidik Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengamankan lima handphone anyar yang masih tersegel dan tiga handphone lainnya.

"Kita bisa analisa mereka setelah selesai melakukan transaksi melalui alat komunikasi ini mereka akan hilangkan kemudian berganti dengan handphone terbaru," ujarnya.

Sedikitnya, pasutri yang juga positif mengkonsumsi narkoba itu menerima suplai 10 kilogram sabu dari M yang kini buron setiap tiga bulan sekali.

Ketiga tersangka yang dijerat pasal 114 subsider 112 UU Narkotika No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup itu nekat menjual narkoba karena alasan ekonomi.

 HEBOH Kabar Kas Negara Kosong karena Pembayaran THR dan Gaji PNS, Ini Fakta Sebenarnya

 Demi Kejar Jambret HP, Mobil Mewah Jeep Rubicon Ini Terguling Tabrak Separator Busway, Ini Videonya

Mereka bekerja sama dengan motivasi mencari ekonomi gitu ya. Dan mereka sudah melakukan kegiatan ini setahun, mereka berbagi tugas.

"Di situ saling melindungi dan mereka melakukan kegiatan dengan tetangga yang mereka kenal," tuturnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved