Nasib Huawei, Masuk Daftar Hitam: Iklannya Diblokir Facebook
Iklan Huawei yang dibatasi itu termasuk yang beredar di platform jejaring sosial raksasa Facebook.
Facebook yang bermarkas di Menlo Park, California, Amerika Serikat itu dilaporkan menghapus sejumlah iklan Huawei.
Padahal, dalam kebijakan iklan Facebook, pengiklan harus menerangkan dengan jelas siapa yang mensponsori iklan dalam kategori isu sosial, pemilu dan politik.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Tampaknya terpaan badai terhadap Huawei belum berhenti.
Setelah masuk daftar hitam pemerintah Amerika Serikat, iklan Huawei mulai dibatasi.
Iklan Huawei yang dibatasi itu termasuk yang beredar di platform jejaring sosial raksasa Facebook.
• Fasilitas GSP India Dicabut, Indonesia Bisa Bernasib Sama dengan India?
Facebook yang bermarkas di Menlo Park, California, Amerika Serikat itu dilaporkan menghapus sejumlah iklan Huawei.
Iklan itu dihapus karena dianggap terlalu politis yang beredar di layanannya karena dinilai "tidak transparan" dan "terkait politik dan kepentingan nasional".
Salah satu iklan Huawei yang dihapus, misalnya, menayangkan Deputy Chairman Huawei Ken Hu yang berbicara soal "mencampur politik dengan teknologi" di Postdam Conference on National Cybersecurity.
• Perusahaan Fintech Ingin Batas Pinjaman Naik Lebih dari Rp 2 Miliar
"Kami tidak ingin melihat tembok baru lainnya, baik dalam hal perdagangan maupun teknologi. Apa yang kita butuhkan adalah ekosistem global yang terintegrasi," bunyi teks yang tertulis di poster iklan tersebut, mengutip perkataan Hu.
Iklan ini menyasar lebih dari satu juta pengguna Facebook dan marak beredar di India.
Di arsip pustaka iklan Facebook, tidak disebutkan siapa yang membayar untuk penayangan iklan terkait.
• Asosiasi Manajer Investasi Indonesia: Tahun Ini Pasar Modal Dapat Tantangan Terberat
Padahal, dalam kebijakan iklan Facebook, pengiklan harus menerangkan dengan jelas siapa yang mensponsori iklan dalam kategori isu sosial, pemilu dan politik.
Iklan sejenis juga beredar di Eropa.
Kali ini menampilkan cuplikan video dari Huawei EU Communication Executive, Jakub Hera Adamowocz dan Director of Cybersecurity and Privacy, Sophie Batas.
• Daftar Tabrakan Beruntun Terbanyak Dalam Sejarah
Perwakilan Facebook mengatakan, iklan itu dihapus karena Facebook tidak diperbolehkan menjalankan iklan berbau politik di Uni Eropa, sebagaimana KompasTekno himpun dari Business Insider, Selasa (18/6/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/iklan-dihapus_09i9k.jpg)